
Pesona batin adalah karunia yang seharusnya digunakan untuk kebaikan, membangun hubungan harmonis, dan menebarkan manfaat bagi sesama. Foto: Freepik
JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, setiap orang lahir membawa weton—perpaduan antara hari dan pasaran Jawa—yang diyakini mencerminkan watak, perjalanan hidup, hingga rezeki dan jodoh.
Dari lima pasaran Jawa (Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing), pasaran Legi dianggap memiliki tempat khusus karena sejak dulu dipercaya membawa pesona alami yang membuat pemiliknya mudah disukai banyak orang.
Banyak orang yang lahir pada weton Legi tampak biasa saja dari segi fisik, tetapi entah mengapa mereka selalu meninggalkan kesan mendalam.
Kehadirannya membuat hati tentram, tutur katanya menyejukkan, bahkan dagangannya lebih cepat laku karena pembeli merasa nyaman berinteraksi dengannya.
Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, fenomena inilah yang membuat weton Legi dikenal sebagai “weton pemikat hati”, sebuah anugerah spiritual yang diturunkan turun-temurun dalam cerita rakyat Jawa.
Kata legi dalam bahasa Jawa berarti manis. Ia bukan sekadar rasa dalam lidah, melainkan juga melambangkan keselarasan, kelembutan hati, dan kesejukan jiwa.
Masyarakat Jawa percaya, orang yang lahir pada pasaran Legi dianugerahi aura kemanisan batin—bukan dalam arti wajah cantik atau tampan, melainkan pesona gaib yang sulit dijelaskan.
Beberapa makna filosofis Legi dalam budaya Jawa antara lain:
Kelembutan yang Menarik Simpati
Orang Legi umumnya dikenal sopan, halus dalam tutur kata, dan tidak suka menyinggung perasaan orang lain.
Keselarasan dengan Lingkungan
Mereka mudah diterima di lingkungan manapun, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun di dunia pekerjaan.
Daya Magnet Alami
Tanpa harus berusaha keras, orang Legi sering kali disukai banyak orang. Mereka mudah mendapatkan teman, pasangan, bahkan pelanggan jika berdagang.
Cerita turun-temurun dari berbagai desa di Jawa menyebutkan bahwa pesona Legi berhubungan dengan berkah dari Dewi Sri, dewi kesuburan dan kemakmuran.
Konon, ketika Dewi Sri menaburkan benih kehidupan di bumi Jawa, ia menitipkan setetes madu murni ke dalam jiwa mereka yang lahir pada pasaran Legi. Madu inilah yang kemudian melahirkan sifat manis, menenangkan, dan penuh daya tarik pada diri mereka.
Tak heran bila orang Jawa kuno sering berkata:
“Sing lair Legi bakal dadi kinasihing wong akeh.”
(Siapa yang lahir pada pasaran Legi akan menjadi kesayangan banyak orang).

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
