
Ilustrasi seseorang yang menunjukkan gestur meminta maaf, tetapi ekspresi wajahnya terlihat bingung dan sedih./Freepik
JawaPos.com - Terkadang kita bertemu orang yang terlalu sering mengucapkan kata maaf, bahkan saat tidak perlu. Perilaku ini sering terlihat sebagai bentuk kesopanan yang berlebihan. Namun, kebiasaan ini sering kali berakar dari pengalaman masa lalu yang tidak disadari.
Melansir dari Geediting.com Jumat (8/8), kebiasaan sering meminta maaf berakar pada delapan pengalaman masa kecil.
Memahami ini bisa menjadi kunci untuk mengubah kebiasaan tersebut. Mari kita ulas bersama beberapa pengalaman masa kecil yang memengaruhinya.
1. Sering Disalahkan Saat Anak-anak
Orang-orang ini belajar meminta maaf sebagai mekanisme bertahan hidup sejak kecil. Mereka sering kali disalahkan atas hal-hal yang bukan kesalahan mereka. Kata "maaf" menjadi cara meredakan ketegangan dan menghindari konflik.
Mereka memakai kata ini secara otomatis untuk mengendalikan situasi. Hal itu dilakukan supaya mereka tidak dianggap sebagai sumber masalah.
2. Kerap Menjadi Penengah Keluarga
Seseorang ini mengambil peran sebagai penengah konflik di antara anggota keluarganya. Mereka akan menenangkan suasana di tengah perselisihan yang terjadi. Kata "maaf" menjadi cara cepat mereka mengembalikan kedamaian.
Hal itu dilakukan karena mereka tidak ingin terjadi konflik dalam hubungan. Menjadi penengah membuat mereka merasa bertanggung jawab atas keharmonisan.
3. Dipaksa untuk "Terlihat dan Tidak Terdengar"
Pola asuh ini membuat mereka percaya bahwa suara dan opini mereka tidak penting. Mereka meyakini bahwa pendapatnya tidak berarti. Mereka menggunakan permintaan maaf untuk membuat diri mereka tidak menonjol atau mengganggu.
Hal ini membentuk kebiasaan untuk mengecilkan diri. Mereka melakukannya supaya kehadiran mereka tidak membebani orang lain.
4. Dibesarkan di Keluarga Berstandar Tinggi
Tekanan besar untuk berhasil sejak masa kanak-kanak akan memicu ketakutan berlebih pada kegagalan. Rasa takut ini membuat mereka meminta maaf atas setiap kesalahan kecil. Mereka juga akan merasa tidak sempurna.
Permintaan maaf ini adalah cara mereka mengelola tekanan. Ini adalah bentuk mekanisme defensif atas ketidaksempurnaan yang mereka rasakan.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
