Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2020 | 05.51 WIB

Wisata Gunung Bromo Dibuka Lagi, Tiket Dijual Online

Foto dok. Pengunjung naik kuda dan berjalan kaki menuju ke puncak Gunung Bromo (ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo). - Image

Foto dok. Pengunjung naik kuda dan berjalan kaki menuju ke puncak Gunung Bromo (ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo).

JawaPos.com - Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, baru resmi dibuka kemarin (28/8). Tapi, dari kuota 739 pengunjung per hari, 450 slot sudah dipesan secara daring.

Padahal, yang diizinkan berkunjung ke kawasan yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu baru wisatawan dalam negeri. Mereka bisa berkunjung lewat empat pintu masuk: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang.

’’Menghindari kontak fisik, pembelian tiket dilakukan secara online. Kuotanya juga dibatasi hanya 20 persen dari jumlah pengunjung saat kondisi normal,” kata Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie yang disampaikan lewat video conference seperti dikutip Jawa Pos Radar Bromo.

Pembukaan dilakukan setelah pelaksanaan beberapa prosesi. Dimulai dari ritual adat dan tumpengan yang dilaksanakan pada pukul 08.30 di Watu Dengkuk, Lautan Pasir Gunung Bromo. Ritual itu dipimpin Romo Dukun Pandita Sutomo.

’’Prosesi ini bertujuan memberi tahu kepada leluhur Tengger bahwa reaktivasi wisata akan dilaksanakan,” terang Romo Dukun Pandita Sutomo.

Dalam prosesi itu, masyarakat Tengger dan beberapa pelaku wisata membawa tumpeng untuk dipersembahkan kepada leluhur. Dilanjutkan dengan doa bersama memohon perlindungan agar wisatawan yang berkunjung diberi keselamatan.

Baca juga: Khofifah Ingatkan Wisatawan Tak Abaikan Protokol Kesehatan di Bromo

’’Prosesi dilakukan dengan khidmat. Semua yang menjadi harapan dipanjatkan, utamanya dijauhkan dari pagebluk yang saat ini melanda,” lanjutnya.

Sebagai puncak acara, tepat pukul 13.00, dilakukan pengguntingan pita oleh tokoh masyarakat Tengger Supoyo dan perwakilan BB-TNBTS. Prosesi itu dilaksanakan di pintu masuk Kabupaten Probolinggo. Yaitu, Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Hadir pula Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dan Forkopimka Sukapura.

Supoyo mengatakan, prosesi yang dilaksanakan itu merupakan bentuk syukur dan pengharapan. Sebab, setelah beberapa bulan ditutup, sumber ekonomi pelaku wisata kini mulai dibuka.

’’Syukur atas dibukanya kembali wisata, berdoa agar apa yang dilakukan memberikan manfaat,” ujarnya.

Protokol kesehatan, di antaranya physical distancing dan social distancing, diterapkan secara ketat. Pengecekan suhu tubuh dilakukan. Surat keterangan sehat dari dokter juga harus ditunjukkan.

’’Pelaku usaha dan wisatawan yang berkunjung wajib patuh protokol,” terang Kepala Seksi Wilayah 1 TNBTS Sarmin.

Kondisi wilayah menjadi pertimbangan dasar untuk reaktivasi. Selain itu, rekomendasi dari empat wilayah yang menjadi pintu masuk menuju kawasan TNBTS menjadi pertimbangan berikutnya.

’’Kami tidak tergesa-gesa membuka TNBTS karena zona belum hijau, butuh rekomendasi empat wilayah. Namun, pengawasan akan dilakukan dengan ketat, jangan sampai muncul klaster wisata,” katanya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=3qrQ-XJBBxM

 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore