alexametrics

Uem Bubu Menginspirasi Lahirnya Food Lab

Gelorakan Kearifan Pangan Lokal dari Mollo
25 Juli 2021, 15:15:25 WIB

Ketergantungan terhadap beras membuat masyarakat terlena. Kreasi untuk memberdayakan bahan pangan yang alam sediakan perlahan mati. Keanekaragaman pangan pun menjadi sekadar istilah yang sering dituliskan dan dilisankan, tapi tidak diwujudkan.

INGATAN Marlinda Nau tentang kehidupan adat masa lalu di desanya masih sangat tajam. Masyarakat Desa Taiftob di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat akrab dengan alam. Suku Dawan yang bermukim di desa itu lekat dengan tumbuh-tumbuhan, air, tanah, dan hutan.

’’Kami tinggal di uem bubu bersama nenek,’’ ujar perempuan yang karib disapa Mama Fun itu kepada Jawa Pos, Rabu (21/7). Uem bubu adalah rumah berbentuk bulat dengan atap kerucut. Atapnya terbuat dari alang-alang. Di loteng rumah, bahan-bahan pangan disimpan.

Roda zaman juga bergulir di Mollo. Kini, uem bubu berganti dengan rumah-rumah berbahan batu dan semen. Namun, tradisi menyimpan dan mengawetkan makanan harus tetap lestari. ’’Saya lihat masyarakat masih punya memori kolektif tentang itu. Tapi, kalau memori itu lama terpendam dan tidak diaktifkan, lama-lama akan hilang,’’ ucap Dicky Senda, co-founder Komunitas Lakoat Kujawas.

MNAHAT FE’U: Maman Fun menyajikan hasil masakannya dalam heritage trail Agustus lalu. (MARLINDA NAU FOR JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rin/c18/hep

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads