
BERGIZI: Berdasar hasil penelitian, varietas lokal seperti durian asal Desa Krenceng ini memiliki kadar kalori hingga 147 kkl. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Di balik berbagai keistimewaan yang membuatnya begitu digandrungi, durian juga disebut sebagai buah yang berisiko, terutama karena anggapan berkolesterol tinggi. Namun, di mata ahli gizi, informasi itu dianggap keliru.
---
BAGI para penikmatnya, durian adalah raja dari segala buah. Ungkapan itu tak salah. Buah tersebut begitu diburu. Bahkan, para maniak durian rela berkorban demi merasakan buah yang satu itu.
Namun, di balik itu, tak sedikit yang menyebut durian sarat risiko. Yang paling sering terdengar, buah tersebut bisa bikin kelenger. Orang menyebutnya ’’mendem duren”. Tak hanya itu, durian juga kerap dianggap sebagai pemicu naiknya kadar kolesterol.
Lantas, yang benar seperti apa? Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Sri Adiningsih membeberkan hasil penelitiannya tentang kandungan yang ada dalam durian. ”Setelah diteliti, ada banyak khasiat buah ini,” katanya.
Dari penelitian itu, durian diketahui merupakan buah yang memiliki kandungan antioksidan. Di antaranya, vitamin A dan E. Vitamin tersebut bermanfaat untuk tubuh, terutama mata dan kulit.
Di dalam durian juga ada kandungan alkohol. Itulah yang jadi alasan kenapa mengonsumsi buah tersebut membuat tubuh terasa hangat. ”Ada yang kadarnya tinggi. Ada pula yang rendah,” jelas dosen program studi gizi fakultas kesehatan masyarakat (FKM) tersebut.
Kandungan lain yang terdapat dalam durian adalah kalori. Dalam 100 gram daging buah atau setara dua butir, terkandung 147 kalori. Ukuran itu berlaku untuk durian lokal yang biasa. Untuk durian manca seperti montong, satu biji daging buah memiliki 300 gram kalori.
Kandungan kalori itulah yang sering disalahartikan masyarakat. Banyak yang menyebut durian sarat akan kolesterol. ”Sebenarnya yang tinggi bukan kolesterol, melainkan kalorinya,” tuturnya.
Dia menegaskan, durian adalah buah nonkolesterol. Hanya, biasanya penderita penyakit kolesterol dibarengi dengan kadar gula yang tinggi. ”Seperti penderita diabetes. Makan durian sedikit saja, penyakitnya bisa kambuh,” paparnya.
Meski tanpa kolesterol, tak berarti makan durian harus di-los (tanpa batasan).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
