alexametrics

Menengok Sentra Durian Berkonsep Modern di Jatim

Berkonsep Pusat Pembibitan hingga Wisata
3 April 2020, 10:50:49 WIB

Makin banyak pegiat durian di Jatim yang punya kreativitas. Mereka tak lagi mengembangkan dan memasarkan si raja buah secara konvensional. Ada konsep baru yang diusung.

SETIAP tahun, lebih dari 220 ribu ton durian dihasilkan di Jawa Timur. Hasil tersebut sebenarnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi besar yang dimiliki.

Penyebabnya, hingga saat ini pengelolaan mayoritas kebun durian di provinsi itu masih tradisional. Tak banyak yang menerapkan manajemen tertata sehingga bisa menggenjot produksi buah secara konsisten.

Namun, seiring perkembangan waktu, makin banyak pegiat durian yang berusaha memajukan industri di sektor tersebut. Mereka mengusung konsep baru. Tak hanya budi dayanya, tapi juga cara memasarkannya.

Misalnya, yang dilakukan sejumlah pegiat agrowisata di Kecamatan Wonosalam, Jombang. Bersama para petani kebun durian, upaya meningkatkan kemampuan digerakkan.

Dirut Dedurian Park Wonosalam, Jombang, Yusron Aminullah mengatakan, potensi durian di Indonesia, termasuk Jatim, sangat besar. Bahkan, ketersediaan lahannya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan negara lain yang terkenal akan duriannya. ”Indonesia saat ini juga belum memiliki protokol ekspor durian. Yang punya baru Malaysia dan Singapura,” jelas pria yang juga pegiat literasi Jatim itu.

Dia mengatakan, di kawasan Wonosalam saat ini sedang dikembangkan kebun skala besar. Tujuannya, menjadikan wilayah itu sebagai lumbung durian. Dalam misi tersebut, dia bekerja sama dengan pelaku agro durian lain.

Ada sejumlah cara yang dilakukan. Salah satunya, membuat standardisasi menanam pohon. Mulai cara penanaman, pemupukan, hingga panen. ”Harapannya, kualitas buah bisa tetap terjaga, bahkan bisa meningkat,” katanya.

Sementara itu, Dirut Agropolis Wonosalam, Jombang, Rully Anwar mengaku memiliki sejumlah konsep baru agar kebun durian bisa lebih menghasilkan.

Salah satunya, penanaman kebun bisa diselipi dengan menanam pisang. Selain membantu pertumbuhan bibit, itu menambah ketersediaan cadangan air bagi pertumbuhan tanaman. Apalagi saat musim kemarau puncak. ”Nah, pada bulan ke-7 atau ke-8, buah pisang itu sudah bisa berbuah,” paparnya.

Tak hanya itu, di kebun yang dikelolanya, Rully mengusung konsep baru di sektor wisata durian. ”Pengunjung yang datang ke sini tak hanya untuk menikmati durian, lalu pulang. Mereka bisa menginap sambil menikmati destinasi wisata yang kami sediakan,” kata alumnus Universitas Airlangga itu.

Geliat pengembangan kebun durian berkonsep modern juga dilakukan sejumlah pegiat durian di wilayah lain. Seperti di Banyuwangi.

Karena Bisnis Durian Menguntungkan

Bicara soal peluang usaha di durian, para pegiat si raja buah mengakui bisnis di sektor itu sangat menguntungkan. Hanya, memang dibutuhkan ketelatenan.

Yusron Aminullah mengatakan, secara hitung-hitungan, untuk 100 hektare kebun durian, hasilnya sama dengan 1.000 hektare kebun tebu. ”Namun, harus dipahami juga setiap pohon untuk perawatan minimal Rp 1 juta,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Rully Anwar. Dia mengatakan, berbisnis durian memang cukup menguntungkan. Bahkan, hasilnya bisa dirasakan sejak tahun pertama. Namun, ada beberapa hal yang butuh dibenahi. Terutama soal perbaikan kualitas dan kuantitas.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c10/ris



Close Ads