
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto. (Agfi Sagittian/Jawa Pos)
Pelaku industri otomotif menjadi salah satu pihak yang paling menunggu selesainya peraturan presiden (perpres) mobil listrik. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sangat menyambut positif kabar rampungnya regulasi yang mengatur kendaraan ramah lingkungan tersebut. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Agfi Sagittian dengan Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto kemarin (12/8) mengenai harapan dan kesiapan Gaikindo dalam menyikapi kabar selesainya pembahasan perpres.
---
Apa tanggapan Gaikindo terhadap perpres mobil listrik yang sudah ditandatangani presiden?
Sangat gembira tentunya. Kami menyambut baik perpres mobil listrik yang katanya sudah oke. Harmonisasi tarif juga sudah oke. Itu yang kami tunggu-tunggu selama ini. Intinya, kami menyambut baik. Sebab, dengan adanya perpres tersebut, aturan mobil listrik lebih jelas untuk industri.
Apa langkah industri selanjutnya setelah perpres sudah resmi diteken?
Kami masih menunggu untuk teknis dan petunjuk yang lebih detail. Sebab, sampai sekarang Gaikindo belum menerima salinan perpres tersebut. Namun, tentu arahnya kami akan mendorong industri memanfaatkan semua fasilitas yang diberikan dan disediakan pemerintah.
Apakah industri bakal mulai mempersiapkan produksi kendaraan berbasis listrik di Indonesia dengan sudah adanya regulasi?
Soal produksi, kami kembalikan ke setiap APM untuk kesiapannya. Namun, dengan regulasi yang sudah final, ini merupakan masa persiapan untuk para merek. Sudah ada road map dari pemerintah. Nanti APM yang mengkaji model mana yang mau dibikin, mana yang diekspor, dan sebagainya.
Apa harapan Gaikindo terhadap pemerintah setelah perpres mobil listrik diterbitkan?
Seperti yang pernah kami tekankan, kami berharap pemerintah memiliki planning yang matang tentang infrastruktur yang mendukung keberadaan mobil listrik di Indonesia. Kemudian, sosialisasi tentang mobil listrik kepada masyarakat juga harus efektif dan masif. Sebab, produsen otomotif juga perlu market yang siap untuk menyambut produk mobil listrik.
Tentang target pemerintah bahwa Indonesia mampu menjual kendaraan berbasis listrik 20 persen dari total penjualan otomotif nasional pada 2025, apakah target itu bisa dicapai bersama?
Harus optimistis lah ya. Kami pelaku siap kok. Kami juga mendukung bahwa tujuan dari ini semua adalah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi. Bagaimanapun, dunia otomotif seluruh dunia sedang menuju ke sana.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
