
Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Bahauddin/PPIH Arab Saudi for Jawa Pos)
MENTERI Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memimpin rombongan amirulhaj pada musim haji tahun ini. Sesampai di Makkah, dia langsung menjalankan ibadah umrah wajib pada Kamis dini hari (1/8). Berikut wawancara Lukman dengan wartawan Jawa Pos M. Hilmi Setiawan.
---
Bagaimana komentar Anda terkait kondisi terkini di Makkah?
Sekarang ini, hampir seluruh jamaah haji sudah berada di Makkah. Bukan hanya dari Indonesia, jamaah dari seluruh dunia juga sudah di Makkah. Tinggal beberapa jamaah yang berada di Madinah. Tetapi, sebagian besar sudah di Makkah. Jadi, memang kepadatan di Makkah luar biasa.
Setiba di Makkah, rombongan amirulhaj menjalankan ibadah umrah. Bagaimana pelaksanaannya?
Umrah berlangsung lancar. Tadi kami mulai pukul 02.15 (waktu Arab Saudi). Jadi tawaf meskipun padat, alhamdulillah lancar. Menurut saya, tawaf cukup cepat, tidak sampai satu jam. Dilanjutkan dengan sai. Alhamdulillah, meskipun penuh, tidak berdesak-desakan. Jadi bisa melaksanakan tawaf dan sai dengan baik.
Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, semakin dekat. Apa imbauan untuk jamaah Indonesia?
Imbauan saya, jamaah tidak memforsir ibadah umrah dan ibadah sunah lainnya. Sebab, kita harus benar-benar bersiap untuk wukuf. Puncak haji adalah wukuf di Arafah. Jadi, harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Menjaga kesehatan dengan baik, makan dan istirahat yang cukup. Jadi, stamina bisa terjaga dengan baik.
Apa doa atau harapan Anda dalam pelaksanaan haji tahun ini?
Tentu saya berdoa agar haji tahun ini penuh dengan rasa aman. Pelaksanaan haji berlangsung dengan tertib dan lancar. Secara khusus, semoga jamaah haji Indonesia bisa menunaikan seluruh rukun dan wajib haji, bahkan sunah-sunah haji, dengan baik.
Bagaimana pantauan Anda sampai saat ini terkait pelayanan haji di Arab Saudi?
Setiba di Jeddah (30/7), saya memantau proses penerimaan jamaah. Menurut saya, sangat lancar ketika jamaah keluar dari pesawat sampai di bus menuju hotel di Makkah. Hanya sekitar satu jam. Itu sangat cepat. Hasil proses keimigrasian, rekam biometrik, dan sidik jari sudah dilakukan di tanah air. Semoga bisa dipertahankan sampai batas akhir jamaah tiba.
Kuota haji 2019 ditambah 10 ribu. Apakah kuota tambahan ini permanen?
Harapan saya, kuota tambahan ini bisa diberlakukan untuk tahun mendatang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
