
Festival Lentera Hoi An di Vietnam yang dipenuhi warna-warni cahaya lampion (Dok. Klook)
JawaPos.com - Di Vietnam, Hoi An dikenal sebagai Kota Lampion yang setiap bulan dipenuhi cahaya warna-warni dalam perayaan Festival Lentera Hoi An. Festival ini bertepatan dengan bulan purnama, momen yang sejak lama dianggap sakral dalam tradisi Buddha.
Konon, Buddha lahir dan mencapai pencerahan pada bulan purnama, sehingga sejak berabad-abad lalu umat Buddha memandang fase ini sebagai waktu penuh berkah untuk meditasi, refleksi, hingga penghormatan leluhur.
Mengutip On The Go Tours, keyakinan itu masih terjaga hingga kini. Bulan purnama tetap menjadi momen penting bagi masyarakat Asia, yang mengekspresikannya lewat berbagai ritual, mulai dari menyalakan lilin, membakar dupa, hingga memberi persembahan di kuil keluarga.
Di Hoi An, tradisi ini kemudian berpadu dengan lentera gantung, menjelma menjadi festival bulanan yang telah mendunia. Meskipun perayaan bulan purnama berlangsung di seluruh Vietnam, Hoi An yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO menjadi pusat perhatian wisatawan.
Kota tua ini menghadirkan suasana yang begitu khas, di mana ribuan lentera dinyalakan serentak, menjadikannya salah satu atraksi budaya paling romantis di Asia Tenggara. Area favorit wisatawan untuk menikmati suasana adalah sekitar Jembatan Beratap Jepang hingga Jembatan Cau An Hoi.
Dari titik ini, pengunjung bisa menyaksikan lentera-lentera kertas terapung di Sungai Thu Bon, sementara cahaya lampu dari bangunan tua berpadu dengan pantulan air, menciptakan panorama yang menakjubkan.
Jejak Sejarah Lampion Hoi An
Menurut Good Morning Hoi An, lentera telah menjadi simbol visual kota tua Hoi An sejak abad ke-16, ketika pedagang Tiongkok dan Jepang memperkenalkannya. Saat itu, lentera dipercaya membawa keberuntungan bagi rumah-rumah.
Persaingan antarpenduduk membuat tradisi ini berkembang pesat, sehingga jalan-jalan di Hoi An dipenuhi warna-warni cahaya yang menawan, jumlahnya kini mencapai lebih dari 10.000 lentera sutra yang menghiasi kota setiap bulan.
Tradisi sempat meredup selama masa perang, namun kembali ramai pada 1990-an. Titik baliknya terjadi pada tahun 1998, ketika pemerintah setempat menggabungkan ritual bulan purnama dengan tradisi lampion, sehingga lahirlah festival seperti yang dikenal saat ini.
Kini, Festival Lentera Hoi An menjadi magnet bagi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan atmosfer magis kota tua ini.
Pesona Festival Lentera 2025
Festival Lentera di Hoi An menghadirkan pengalaman yang menyerupai memasuki negeri dongeng. Jalanan kota berubah menjadi panggung cahaya dengan ribuan lentera berwarna-warni yang digantung di sepanjang jalan. Dilansir dari Jacky Travel, berikut sejumlah atraksi utama yang bisa dinikmati:
1. Parade Lentera
Jalanan Hoi An dipenuhi parade memukau, di mana lentera berbentuk naga, kupu-kupu, hingga bunga besar diarak oleh warga dan pengunjung. Warna dan cahaya berpadu, menciptakan suasana yang tak terlupakan.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
