Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 00.09 WIB

Mengunjungi dan Tur Sejarah di Kediaman Presiden ke-3 RI: Legasi Cinta, Demokrasi, dan Intelektual Itu Ada di Wisma Habibie & Ainun

Wisma Habibie dan Ainun. - Image

Wisma Habibie dan Ainun.

Keteladanan hidup Presiden dan Ibu Negara ke-3 RI, Habibie dan Ainun, tak henti-henti menginspirasi. Dari buku, film trilogi, kini kediaman pribadinya dibuka untuk publik. Menghadirkan pengalaman tur sejarah yang penuh makna. Lima hari pertama pendaftaran dibuka, sepuluh ribu orang lebih, dari dalam dan luar negeri, masuk daftar antrean.

Rumah adalah tempat di mana hati kita berada. Cermin kepribadian seseorang, juga terlihat dari rumahnya. Lebih dari adagium itu, kediaman pribadi pasangan inspiratif Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari sarat nilai-nilai kehidupan.

Kediaman pribadi yang kini menjadi Wisma Habibie & Ainun dan dibuka untuk publik secara eksklusif mulai 1 Februari itu benar-benar mencerminkan sosok keduanya. Yakni, cinta, intelektual, demokrasi, dan religiusitas. Nuansa itu sangat kuat terasa di berbagai sudutnya, saat Jawa Pos berkesempatan mengunjunginya, di kawasan Patra Kuningan, Jakarta pekan lalu (22/2).

Ketika pintu pertama dibuka, kenegarawanan Habibie langsung menyeruak. Para pengunjung -yang disebut dengan istilah cucu intelektual- disuguhi lobi Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah ruang dengan lima sisi yang menampilkan elemen budaya lima kepulauan besar di Indonesia. Yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur.

Tepat di tengahnya terdapat lingkaran simbol laut dengan biotanya di bagian lantai, dan flora fauna di atas menyatu dengan udara. Beranjak ke pintu kedua, pengunjung disuguhi Serambi. Sebuah lantai memanjang di teras belakang, yang terdapat enam simbol agama di Indonesia pada dindingnya.

Tepat di tengah-tengahnya, terdapat jalan menuju perpustaakaan pribadi yang terinspirasi dari kisah membelah laut Nabi Musa. Sebagai ilustrasi laut, di sisi kanan dan kirinya, terdapat kolam ikan berukuran cukup besar dan tinggi dengan material kaca. Airnya terkoyak-koyak bagai lautan.

Jalan penyambung serambi dan pepustakaan yang disebut ”jembatan pencerahan” itu, memiliki pesan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) harus sejalan dengan iman dan takwa (imtak). Prinsip yang sangat kental melekat dalam sosok Habibie.

Perpustakaan -yang memuat 5.000 koleksi buku-, juga tak lepas dari nilai-nilai filosofi. Di sisi meja rapat, pada bagian atas, Ainun mendesain atap dengan motif bunga truntum yang memiliki makna tempat orang berkumpul. Juga dikombinasikan dengan bukaan cahaya ilahi dengan motif bunga matahari.

Tak hanya perpustakaan yang mengundang kekaguman, di sisinya terdapat taman intelektual. Di tengah taman, Ainun menanam pohon siwalan atau lontar sebagai simbol kebermanfaatan. Sebab, apa yang ada pada pohon tersebut, semuanya dapat dimanfaatkan.

Selain ideologi dan filosofi, elemen cinta juga kuat terasa. Foto-foto kebersamaan Habibie dan Ainun menempati banyak sudut. Hangat dan romantis.

Beranjak ke pendopo, terdapat aula yang menjadi tempat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Di situ, keputusan politik Habibie diambil dalam menghapus pasal-pasal otoritarian yang membawa Indonesia ke alam demokrasi pada 1998.

Dibuka untuk Tunaikan Amanat Ainun

Keputusan membuka Wisma Habibie-Ainun kepada publik melalui proses diskusi keluarga. Salah seorang cucu Habibie, Archie Wirija menjelaskan, ketika perpustakaan didirikan pada 2009, Ainun menulis sebuah pesan dalam plakat peresmiannya agar rumah ini dapat memberikan manfaat bagi bangsa. ”Dari visi Eyang Ainun itulah, keluarga mengejawantahkan pada 2025 ini kami buka untuk publik,” ujar Archie.

Namun demi memastikan apa yang ditinggalkan tetap terjaga baik dan untuk memberi kesan yang lebih impresif, pembukaan dilakukan secara terbatas. Dalam sepekan, hanya dibuka di hari-hari tertentu. Dalam sehari dibagi tiga sesi. Pagi, siang, dan sore.

Pengunjung yang mengikuti tur akan dibawa dalam perjalanan yang dipandu oleh storyteller. Para cucu intelektual tidak hanya mendengar kisah tentang Habibie dan Ainun, tetapi juga memahami makna di balik setiap elemen rumah ini. ”Di sini kita tidak sekadar melihat, tapi diajak berpikir kenapa arsitekturnya begini? Apa maknanya?” jelas Archie.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore