
DIGARAP WARGA: Seluruh pengelolaan Kampung Pelangi dilakukan warga setempat. Termasuk pengecatan maupun perawatannya. (Rinto Wahyu Hidayat/Jawa Pos Radar Tulungagung)
Para traveler yang mampir ke Kabupaten Tulungagung layak menjadikan Desa Mulyosari sebagai salah satu destinasi. Desa wisata lereng Bukit Wilis itu menawarkan sajian aneka wisata edukasi bernuansa alam.
---
SEBUTAN desa wisata memang layak disematkan pada desa yang terletak di wilayah Kecamatan Pagerwojo tersebut. Keindahan alam khas pegunungannya dipadu dengan penataan yang begitu apik.
Wajar, pengelolaan sektor wisata desa itu memang digarap serius oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Mulya. Tak hanya menawarkan aneka wahana, konsep penataannya juga begitu variatif. Membuat pengunjung yang datang dipastikan tak akan bosan.
Salah satu objek unggulan di sana adalah Kampung Pelangi yang berada di Dusun Pabyongan, RT 4, RW 1. Seperti namanya, para pengunjung bisa menikmati nuansa pelangi yang dilukis warga di rumah-rumah. Mulai pagar, dinding, hingga poskamling. Semua dicat berwarna-warni.
Setelah puas menyusuri nuansa warna-warni di gang sepanjang 200 meter itu, pengunjung bisa menikmati tempat bermain anak. ”Jadi, setelah lelah berjalan, bisa beristirahat di gazebo di sekitar taman,” kata pengurus BUMDes Sinar Mulya Teresia Ade Natalia.
Tak jauh dari Kampung Pelangi, sekitar 500 meter, pengunjung bisa menikmati wisata edukasi. Namanya Kampung Anggrek. Sebuah wahana yang cocok bagi pencinta tanaman. Di sana, wisatawan bisa menikmati indahnya aneka tanaman hias, terutama anggrek, di sepanjang jalan. ”Sejak 2009, kami mengembangkan aneka tanaman anggrek yang berasal dari berbagai daerah,” ungkap Wulan, warga setempat.
Dalam perjalanannya, hampir semua rumah di kampung tersebut mengembangkan tanaman itu. ”Untuk bibit rata-rata mengambil dari Malang dan di hutan di Kecamatan Pagerwojo,” katanya.
Karena itu, saat mengeksplor kampung tersebut, wisatawan juga bisa menyaksikan penyemaian bibit tanaman anggrek. Di sana, warga juga memasarkan tanaman hasil budi dayanya.
Kini, metode pemasarannya makin maju. Warga juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk memasarkan tanamannya. ”Jadi, meski saat ini masih di bawah situasi pandemi, warga tetap mendapatkan penghasilan dari berjualan dan merawat tanaman,” ungkapnya.
Tak jauh dari Kampung Anggrek, wisatawan juga bisa menikmati proses pemerahan hingga pengolahan susu. Objek ini sering jadi jujukan para siswa untuk berwisata edukasi. ”Kalau untuk mengambil susu sapi perah ini pagi dan sore. Jadi, ketika berkunjung harus sesuai dengan jam waktu tersebut,” ungkap Sri Wahyuni, salah seorang pemerah susu sapi.
Dia menjelaskan, aktivitas pemerahan susu dimulai pukul 05.30 hingga pukul 06.00. Jika sudah selesai, susu diantar ke koperasi untuk diolah.
Saat pagi hari pemerasan susu bisa maksimal, setiap ekor sapi bisa lebih dari 10 liter. Berbeda ketika sore hari pukul 17.00, rata-rata hanya 2 liter.
Ragam sajian wisata alam itulah yang membuat desa tersebut jadi jujukan wisatawan. Hanya, kondisi itu berubah ketika pandemi melanda. ”Dulu sebelum pandemi ribuan pengunjung datang, namun kini sepi,” ujar Teresia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
