
IKONNYA: Pantai Pulau Merah identik dengan bukit kecil di dekat bibir pantai yang memancarkan warna merah saat matahari terbenam. (KRIDA HERBAYU/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Tak bisa dimungkiri, Pantai Pulau Merah telah menjadi salah satu objek wisata andalan di kabupaten berjuluk Bumi Blambangan itu. Bukan hanya keindahan alamnya, ragam fasilitas yang tersedia membuat wisatawan terpesona.
---
DULU pantai yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tersebut sangat sepi. Tak banyak wisatawan yang singgah. Maklum, selain lokasinya yang jauh dari pusat kota, jalan aksesnya banyak yang rusak.
Bukan hanya itu, objek yang dulunya dikenal sebagai Pantai Ringinpitu tersebut terkesan sangat kumuh dan tak terurus. Kawasan itu dulu dipenuhi banyak semak belukar dan pohon pandan laut.
Namun, setelah dibenahi dan dikelola, kini Pulau Merah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang digandrungi banyak pengunjung. Bukan hanya lokal, melainkan juga mancanegara.
Tak salah jika objek wisata tersebut dikagumi. Selain karena keindahan alam serta pasir pantainya yang begitu putih, pulau tersebut dikenal karena nuansa merahnya. Pantulan cahaya matahari saat terbenam memunculkan warna kemerahan di sekitar pulau kecil tersebut. Karena itu, pulau tersebut diberi nama Pulau Merah.
Waktu terbaik berkunjung ke Pulau Merah adalah saat sore. Mulai pukul 16.00 hingga 17.30. Pada waktu itu, pengunjung dapat menyaksikan indahnya matahari tenggelam (sunset). Tak hanya itu, wisatawan juga dapat bermain surfing di pantai tersebut. ”Di Pulau Merah, ombaknya cukup bagus,” ujar Ketua Lifeguard Pulau Merah Suyitno.
Karena itu pula, tak hanya jadi tempat bermain, yang berdekatan dengan area tambang emas tersebut juga kerap jadi tempat perhelatan event surfing level lokal hingga internasional.
Aneka sajian itu pula yang membuat banyak artis maupun para pesohor media sosial berdatangan untuk mengeksplorasi keindahan pantai di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Selain itu, Pantai Pulau Merah identik dengan bukit kecil di dekat bibir pantai. Bila air laut tengah surut, pengunjung bisa berjalan kaki mendekati bukit yang memendarkan warna merah tersebut.
Sebenarnya, Pulau Merah merupakan kawasan milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Setelah mendapatkan izin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, kawasan itu kini dikelola bersama dan digunakan sebagai lokasi wisata.
Pulau Merah memiliki garis pantai yang cukup luas, akan tetapi belum dikelola secara maksimal. ”Kalau Pulau Merah dikelola dengan baik, bisa setara dengan Pantai Kuta Bali,” ungkapnya.
Saat ini pengelola Pulau Merah mengembangkan wisata ramah lingkungan. Sejumlah usaha sudah dilakukan. Di antaranya, penanaman berbagai jenis tanaman hijau seperti pohon cemara udang, ketapang laut, serta bakau. ”Konsep wisata alam tetap kami utamakan. Sebab, selain mengandalkan pesona pantai, diperlukan adanya udara yang sehat dan segar. Agar pengunjung makin nyaman,” katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
