
Padang savana Bromo, berada antara Desa Ngadas dan Lautan Pasir Bromo
JawaPos.com – Seirama dengan makin gencarnya pembangunan homestay di kawasan Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, sebagai kawasan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS), maka pembangunan homestay wilayah BTS dari sisi Kabupaten Malang juga semakin menggeliat.
Homestay di kawasan BTS dari sisi Kabupaten Malang biasanya dimanfaatkan para wisatawan yang selesai melakukan perjalanan wisata keliling Malang raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Mereka biasanya memilih rute Gubugklakah, lalu Ngadas, kemudian langsung ke lautan pasir Bromo. Rute dari Malang ini lebih cepat, daripada memutar ke arah Probolinggo lebih dulu.
Sedangkan konsentrasi homestay menuju Bromo berada di Desa Gubugklakah dan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dua desa tersebut merupakan desa terakhir sebelum menuju ke Bromo. Kedua desa tersebut dikelilingi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Memang dari dua desa tersebut yang paling dekat menuju Bromo lautan pasir adalah Desa Ngadas. Karena desa ini merupakan pintu masuk ke Gunung Bromo dari Arah Malang. Untuk menuju lautan pasir Gunung Bromo, bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan roda empat (jeep). Sedangkan untuk berjalan kaki bisa ditempuh 1 jam dengan jalan yang terus menurun.
Bila wisatawan dari Malang kemalaman menuju Bromo, atau karena sudah terlalu sore, bisa menginap antara Desa Gubugklakah atau Desa Ngadas. ‘’Menginap di dua desa cukup layak bagi para wisatawan dari Malang yang menuju Bromo. Karena Pemkab Malang sudah menetapkan dua desa itu sebagai desa wisata. Jadi tinggal pilih,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Malang, Made Arya Made Arya Wedhantara, kepada JawaPos.com, Kamis (2/3/2017).
Menurut Made, untuk homestay di dua desa wisata itu sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai bagi wisatawan yang menginap.’’Bahkan Pemkab juga membantu setiap homestay dilengkapi dengan pemanas untuk mandi,’’ katanya.
Jumlah Homestay di Gubugklakah 70 rumah. Sedangkan untuk di Desa Ngadas sekitar 48 rumah. Homestay di Desa Gubugklakah harga per kamar cukup bervariasi. Yakni antara Rp 150 ribu – Rp 300 ribu. Sedangkan untuk di Desa Ngadas semuanya rata-rata Rp 200 ribu per kamar. ‘’Setiap kamar bisa diisi dua orang. Tergantung tamunya, mau sendirian atau berdua,’’ Kata Mujianto, Kades Ngadas, kepada JawaPos.com, Kamis (2/3/2017).
Bagi para wisatawan yang ingin ke Bromo dengan menyewa jeep bisa start dari Ngadas atau dari Gubug Klakah. Tentu saja karena jarak keduanya berbeda, maka ada perbedaan ongkos sewa. Bagi para wisatawan yang berangkat dari Gubugklakah, ongkos sewa Rp 800 ribu. Sedangkan untuk yang start ke Bromo dari Desa Ngadas ongkos sewanya Rp 500 ribu.(mik/JPG).

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
