
EGALITER: Festival kopi sepuluh ewu menjadi salah satu event populer. (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Keberhasilan Desa Adat Kemiren sebagai salah satu desa wisata unggulan tidak lepas dari ekosistem pemberdayaan yang sudah berjalan. Masyarakat setempat memiliki semangat tinggi untuk melestarikan dan memanfaatkan budayanya, sementara pemerintah desa aktif memfasilitasi berbagai inisiatif.
Contohnya adalah geliat UMKM dan homestay. Warga yang bergerak di sektor ini mendapatkan pendampingan dalam pengurusan legalitas dan tata kelola.
Selain itu, masyarakat selalu terlibat dalam berbagai ritual dan atraksi budaya, terutama kaum perempuan. Mereka juga berperan penting dalam melestarikan makanan khas Osing yang menjadi kekayaan desa.
Bahkan, saat ini Desa Kemiren menjadi salah satu desa percontohan dalam produksi energi terbarukan (biogas). Hal ini menambah potensi desa sebagai destinasi wisata edukasi.
“Kebetulan kemarin ada bantuan dari Geopark untuk pembuatan biogas. Kami memanfaatkan kondisi warga yang sebagian besar memiliki sapi di belakang rumahnya. Kotorannya ditampung dan diolah menjadi biogas. Saat ini kami sedang melakukan uji coba dan akan berusaha mengembangkannya,” jelas Kepala Desa Kemiren, M. Arifin.
TRADISI LELUHUR: Pawai budaya menjadi agenda rutin yang digelar untuk memperingati hari jadi desa. (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Sementara itu, Pemkab Banyuwangi juga berperan dalam pengembangan Desa Kemiren. Salah satunya adalah dengan memasukkan beberapa kegiatan dan tradisi di Kemiren ke dalam rangkaian Banyuwangi Festival.
“Pada saat gelaran Banyuwangi Festival di Kemiren, kami juga mendukung pelaksanaannya. Baik itu dalam hal properti maupun promosinya,” ujar Ainur Rofiq, Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.
BANGUNAN KHAS: Warga menaiki bangunan berbentuk menara di Desa Adat Kemiren. (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Ke depan, Desa Kemiren juga diproyeksikan memiliki tambahan destinasi pariwisata, termasuk hotel yang disesuaikan dengan tradisi luhur. “Selain menonjolkan ritualnya, berbagai monumen ikonik juga akan diperkaya. Inovasi-inovasi ini kami diskusikan dengan masyarakat dan pemerintah desa,” pungkasnya. (cw1/aif/ris)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
