
Kopi Sanger sekilas tampak seperti kopi susu. Tetapi, sesungguhnya memiliki cita rasa berbeda karena komposisi susunya lebih sedikit.
JawaPos.com - Menyesal rasanya jika tidak mencicip kopi setibanya di Negeri Seribu Bukit, Gayo Lues, Aceh Tenggara. Daerah penghasil kopi kelas dunia ini pun menyajikan berbagai kopi bercita rasa berkelas dengan harga ekonomis.
Pasalnya, kalau di kota-kota besar minum kopi di kafe harus merogoh kocek puluhan ribu untuk secangkir kopi. Sementara, di Gayo Lues, menikmati kopi cita rasa tinggi cukup dengan merogoh belasan ribu saja.
Menikmati secangkir kopi Sanger dengan sejuknya udara dan pemandangan dataran tinggi Gayo pun rasanya suatu damai di tengah peliknya rutinitas kota-kota besar. Jalanan yang bebas macet bahkan membuat domba-domba dan sapi-sapi peliharaan penduduk bisa dengan santainya melenggang di jalan raya.
Di Gayo Lues, beberapa kedai kopi pun menjual kopi andalannya, Sanger. Kopi Sanger ini diketahui merupakan kopi yang termahsyur di Aceh karena pengolahannya yang tidak biasa. Diperlukan ketelitian dan biji kopi khusus untuk menyajikan bukan sembarang kopi susu ini.
"Kalau untuk Sanger, kopinya beda. Kita pakai yang ini, Arabica Gayo juga tapi dia nggak terlalu kuat aromanya, lebih coklat juga (biji kopinya)," tutur Iwan, 22, barista kopi pada JawaPos.com.
Sementara itu, pengolahan kopinya sendiri melalui proses roasting seperti umumnya. Perbedaannya adalah kualitas kopi dari Dataran Tinggi Gayo yang tak diragukan lagi. Aromanya kuat dan rasa kopi hitamnya pun tak terlalu asam, sehingga aman buat lambung.
Dari penampilan, sepintas kopi Sanger mirip dengan kopi susu. Tetapi, yang khas dari Sanger adalah komposisi susu tidak dominan, sehingga membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring dan susu kental ini kemudian dikocok hingga berbusa. Ada juga yang menyajikannya tanpa dikocok, seperti di Blower Coffe di Gayo, mereka menyilakan pelanggan untuk mengaduk sendiri kopi saring dan susu kentalnya.
Masyarakat Aceh sendiri tidak dapat dipisahkan dari kopi. Kopi pun otomatis menjadi suguhan pertama jika bertamu ke rumah penduduk. Budaya tersebut pun secara turun temurun berlaku mengingat kota berjuluk Serambi Mekah ini komoditas utamanya adalah Kopi.
Sebab itu, kedai kopi akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah ini. Baik siang maupun malam, berbagai lapisan masyarakat di Aceh mengisi kedai-kedai kopi untuk bersantai minum kopi.
Tidak terbatas dari yang muda hingga yang tua, pria maupun wanita, miskin maupun kaya, semua berbaur tanpa sekat-sekat pembatas. Bisa dikatakan, kopi adalah napas bagi orang Aceh, terutama masyarakat daerah Gayo Lues yang kopinya telah mendunia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
