
SEBENING KACA: Air di tepi pantai Pulau Gili Labak.
JawaPos.com - Ketika kantor tempatnya bekerja mengadakan gathering tahunan, Intan Yuliarnanda mengusulkan pergi ke Gili Labak, Madura. Selain mudah dijangkau dari Surabaya, biayanya relatif murah. Namun, pengalaman yang mereka dapatkan jauh melebihi ekspektasi.
---
GILI Labak terletak di ujung timur Madura. Tepatnya di Sumenep. Sebenarnya tak dekat-dekat amat dengan Surabaya sehingga waktu keberangkatan harus diperhitungkan dengan saksama. Agar mendapat pengalaman optimal (bisa lihat sunrise dan sebagainya), kami take off dari Kota Pahlawan sekitar pukul 22.00.
Kami tiba di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, pada dini hari pukul 03.00. Selepas subuh, kami menyeberang. Indahnya matahari terbit menyambut kami.
Pulau seluas 2 kilometer persegi itu tidak berpenghuni. Hanya ada warung makan semipermanen dan gazebo-gazebo bambu. Selebihnya hanyalah hamparan pasir pantai putih bersih dan air laut sebening kaca yang menampilkan jajaran terumbu karang serta ikan-ikan mungil yang berenang ke sana-kemari. Beberapa perahu kayu milik nelayan bersandar di pantai, menambah indah pemandangan.
Kami langsung berbagi tugas. Beberapa orang menyiapkan perapian untuk acara bakar-bakar, sedangkan yang lain memancing. Ikan sangat mudah ditangkap dari dermaga kecil di ujung pulau itu. Persiapan makan siang pun semakin lengkap dengan ikan bakar segar. Yang tak dapat tugas asyik menyisiri sepanjang pantai dan mengabadikan foto di spot-spot terindah di pulau.
Sejauh mata memandang, hamparan laut yang tampak biru kehijauan benar-benar menyejukkan. Garis cakrawala membentang indah berbatasan dengan langit biru nun jauh di sana. Tak henti kami berdecak kagum akan keindahan pulau ini. Sungguh di luar dugaan, alam seindah ini ada di Pulau Madura dan masih begitu asli.
Siang, saat air laut surut, di bagian timur daratan terbentuk sebuah pulau kecil yang menjorok ke laut. Menampilkan pemandangan yang sangat eksotis. Hawa panas yang menyengat tidak terasa karena kami begitu tersihir oleh kencantikan setiap sudut pulau ini. Kami hanya perlu dua jam untuk mengelilingi pulau, sudah termasuk foto-fotoannya.
Pukul 13.00 adalah saat yang paling pas untuk mulai snorkeling. Sebab, air laut sedang pasang maksimal. Kami diangkut dengan kapal menuju snorkeling spot yang sudah ditentukan. Tiga guide mendampingi kami selama di dalam air dengan sangat sabar dan telaten. Sebab, banyak di antara kami yang sama sekali belum pernah snorkeling. Berbagai kelucuan dan kerempongan kami pun cukup merepotkan mereka.
Yang lebih asyik, para guide itu bisa bertindak sebagai operator kamera GoPro bagi yang ingin bergaya underwater bersama ikan dan terumbu karang. Karena tidak mengenakan sepatu katak, sesi foto bawah air itu cukup menegangkan. Sebab, kami harus melepas pelampung di tengah laut supaya bisa menyelam. Kaki dan tangan pun lecet-lecet karena karang yang jadi background foto ternyata cukup tajam.
Puas snorkeling, kami kembali ke pantai. Menyantap makan siang dengan lauk ikan bakar sambal serta lalapan yang sudah disiapkan tim konsumsi. Tidak lupa jagung dan singkong bakar menjadi hidangan pencuci mulut sore itu. Menjelang sore, kami bersiap menyeberang kembali ke Madura.
Kami membersihkan diri seadanya. Sebab, air yang tersedia di pulau tidak cukup segar dan beraroma payau. Tak lupa, kami membereskan sisa-sisa sampah dan arena bakaran makan siang. Sunset pukul 16.00 WIB di Gili Labak ternyata menampilkan pemandangan yang berbeda dan tidak kalah indah dengan sunrise.
Angin sepoi-sepoi sepanjang perjalanan kembali membuai kami yang kelelahan. Kami tak kuasa menahan kantuk sambil menikmati suara ombak yang berderu di samping kapal kecil. Sesampai di Pelabuhan Kalianget, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Tidak ada seorang pun yang terjaga selama perjalanan pulang. Masing-masing tertidur, terbuai mimpi indah akan keelokan Gili Labak, pulau eksotis di timur Madura. (*/c5/na)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
