
Valentino Rossi saat berlibur ke Labuan Bajo, NTT
JawaPos.com – Labuan Bajo, yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan yang luar biasa. Tak heran jika wilayah tersebut menjadi magnet wisata di Indonesia sebelah timur. Destinasi ini pernah dikunjungi aktris dunia Gwyneth Paltrow dan pembalap Moto GP Valentino Rossi. Kementerian Pariwisata pun terus melakukan pembenahan infrastruktur fisik di sana.
Beberapa hari lalu, ikon Komodo yang menjadi ciri khas Labuan Bajo masuk ke dalam Google Doodle. Nah, ketenaran Labuan Bajo pun ikut mengangkat wilayah Rinca, Wae Rebo, Ende, Alor hingga Larantuka yang memang jaraknya tak terlalu jauh. Wilayah-wilayah itu sebenarnya juga memiliki keindahan yang luar biasa. "Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia," tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/3).
Arief mengklaim akses menuju ke lokasi ini kian mudah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Kapasitas daya angkutnya akan terus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisatawan mancanegara di tahun 2019. Amenitasnya juga tengah dikebut.
“Tentu ini kabar baik dari Kementerian Perhubungan yang selama ini banyak mendukung kepariwisataan dari sisi akses. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat,” tegasnya.
Selain membenahi infrastruktur, Arief secara khusus meminta agar 10 top destinasi prioritas menyiapkan masyarakatnya agar sadar wisata.
Nah, ternyata di Labuan Bajo program “Gerakan Sadar Wisata” yang langsung menyentuh masyarakat juga tengah digalakkan. Peserta gerakan tersebut adalah 200 anggota masyarakat setempat. Mereka diajarkan soft skill, ramah, bersih, rapi, peduli kesehatan lingkungan, dan hangat kepada para wisatawan.
“Community Based Tourism memang suatu keharusan. Jadi kami akan mati-matian membangun dan mengembangkann pariwisata berbasis masyarakat,” kata Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harini.
Menurut Oneng, kesan yang baik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat wisatawan. Unsur masyarakat harus dilibatkan bersama pemerintah, lembaga, industri pariwisata, pers dan regulator pariwisata. “Bila ini semua berkolaborasi, dia optimistis gerakan ini akan menjadi people power toward tourism. Gerakan ini akan menjadikan pariwisata Indonesia bersaing di tingkat global,” kata Oneng. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
