Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Maret 2017 | 05.28 WIB

Mempersiapkan Masyarakat Labuan Bajo dengan Gerakan Sadar Wisata

Valentino Rossi saat berlibur ke Labuan Bajo, NTT - Image

Valentino Rossi saat berlibur ke Labuan Bajo, NTT

JawaPos.com – Labuan Bajo, yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan yang luar biasa. Tak heran jika wilayah tersebut menjadi magnet wisata di Indonesia sebelah timur. Destinasi ini pernah dikunjungi aktris dunia Gwyneth Paltrow dan pembalap Moto GP Valentino Rossi. Kementerian Pariwisata pun terus melakukan pembenahan infrastruktur fisik di sana.


Beberapa hari lalu, ikon Komodo yang menjadi ciri khas Labuan Bajo masuk ke dalam Google Doodle. Nah, ketenaran Labuan Bajo pun ikut mengangkat wilayah Rinca, Wae Rebo, Ende, Alor hingga Larantuka yang memang jaraknya tak terlalu jauh. Wilayah-wilayah itu sebenarnya juga memiliki keindahan yang luar biasa. "Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia," tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/3).


Arief mengklaim akses menuju ke lokasi ini kian mudah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Kapasitas daya angkutnya akan terus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisatawan mancanegara di tahun 2019. Amenitasnya juga tengah dikebut.


“Tentu ini kabar baik dari Kementerian Perhubungan yang selama ini banyak mendukung kepariwisataan dari sisi akses. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat,” tegasnya.


Selain membenahi infrastruktur, Arief secara khusus meminta agar 10 top destinasi prioritas menyiapkan masyarakatnya agar sadar wisata. 


Nah, ternyata di Labuan Bajo program “Gerakan Sadar Wisata” yang langsung menyentuh masyarakat juga tengah digalakkan. Peserta gerakan tersebut adalah 200 anggota masyarakat setempat. Mereka diajarkan soft skill, ramah, bersih, rapi, peduli kesehatan lingkungan, dan hangat kepada para wisatawan. 


“Community Based Tourism memang suatu keharusan. Jadi kami akan mati-matian membangun dan mengembangkann pariwisata berbasis masyarakat,” kata Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harini. 



Menurut Oneng, kesan yang baik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat wisatawan. Unsur masyarakat harus dilibatkan bersama pemerintah, lembaga, industri pariwisata, pers dan regulator pariwisata. “Bila ini semua berkolaborasi, dia optimistis gerakan ini akan menjadi people power toward tourism. Gerakan ini akan menjadikan pariwisata Indonesia bersaing di tingkat global,” kata Oneng. (cr1/JPG)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore