
Photo
KABAR vaksinasi dikaitkan dengan jaringan dan radiasi 5G menyebar di media sosial. Informasi itu menyebar lewat rekaman pendek di Facebook. Katanya setelah dapat booster, akan dapat kode 5G.
”DARI VAKSIN COVID ke-3 ORANG MENDAPATKAN A KODE JARINGAN 5G, apakah di sini juga ada??,’’ tulis akun Facebook Dave Morgan II pada 12 Februari 2022 (bit.ly/DapatKode5G).
Video rekaman sembilan detik itu menunjukkan seperti berkas terkait vaksinasi. Terdengar bahasa yang digunakan bukan Indonesia. Tulisan yang tercantum pada video tersebut mengarah ke bahasa Spanyol.
Jika melihat video dengan saksama, ikon sinyal dan tulisan 5G tampak lebih terang dibandingkan teks lainnya. Soal keterkaitan antara vaksinasi Covid-19 dan sinyal 5G itu, sebelumnya tidak sedikit tokoh dan pakar yang membantah narasi tersebut. Misalnya, situs The International Telecommunication Union (ITU) yang membantah kaitan sinyal 5G dengan Covid-19.
”ITU: Tidak ada dasar ilmiah antara 5G dan COVID-19,’’ begitu judul berita saat diterjemahkan. Situs itu menyatakan bahwa menghubungkan teknologi 5G dengan persebaran Covid-19 tidak memiliki dasar ilmiah apa pun. ”Dan ITU, sebagai badan khusus PBB untuk teknologi informasi dan komunikasi, akan terus memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mengalahkan Covid-19 dan membuat kita lebih aman, lebih kuat, dan lebih terhubung,’’ kata Sekretaris Jenderal ITU Houlin Zhao. Anda dapat membacanya di bit.ly/TidakAdaBuktiIlmiah.
Selanjutnya, saat penelusuran potongan video itu, Jawa Pos menemukan beberapa situs. Salah satunya situs pencari fakta asal Italia, facta.news. ”DOSIS KETIGA PFIZER TIDAK MENGANDUNG KODE ’PENGENDALIAN VAKSIN’ 5G,’’ begitu judul ulasan tersebut.
Situs tersebut juga mengulas satu per satu kejanggalannya. Di antaranya, tulisan AIC 049269018. AIC mengacu pada kode identifikasi produk obat untuk manusia. Kode tersebut ditetapkan oleh Badan Obat Italia yang mengizinkan produk vaksin itu untuk pasar Italia. Kode AIC untuk vaksin Pfizer di Italia adalah 049269018. Tanpa mengacu pada 5G.
Selain itu, dokumen yang disajikan dalam video tersebut tampak direkayasa. Terbukti, font ”5G’’ berbeda dari yang digunakan di keterangan lainnya. Ikon sinyal dan kata ”5G’’ tersebut ditempel di lain waktu dengan menggunakan perangkat lunak pengedit foto. Anda dapat membacanya di bit.ly/HasilRekayasaFoto.
FAKTA
Cuplikan dokumen terkait vaksinasi dengan mencantumkan 5G itu hasil rekayasa. Situs facta.news juga memastikan ”BPOM”-nya Italia tidak mencantumkan kode 5G pada kode vaksin tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
