
Photo
KABAR palsu tentang Kota Malang menyebar lewat aplikasi WhatsApp beberapa hari terakhir. Disebutkan bahwa siapa pun yang hendak memasuki Kota Malang harus dikarantina selama 14 hari. Informasi itu juga menyertakan imbauan untuk tidak masuk ke Kota Malang pada 15–25 Desember 2020.
Pesan tersebut lebih tampak meyakinkan karena diklaim berasal dari Kapolresta Malang. Disebutkan pula bahwa saat ini Kota Malang sudah berstatus zona hitam dalam persebaran Covid-19.
Di Facebook, pesan yang sama diunggah akun Amar Senengan Ku pada Minggu, 13 Desember 2020. Menurut pemilik akun, karena Kota Malang sudah masuk zona hitam, dirinya meminta pesan berantai itu disebarkan ke tetangga, saudara, atau teman-teman terdekat (bit.do/karantina14Hari).
Berdasar pantauan Jawa Pos, hingga kemarin (14/12) tidak ada persiapan pembuatan checkpoint di perbatasan-perbatasan Kota Malang untuk persiapan pemberlakuan karantina bagi pendatang. Lalu, dalam peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur, mayoritas daerah berstatus zona oranye, termasuk Kota Malang. Hanya ada satu zona merah atau risiko tinggi, yakni di Jember.
Menanggapi kabar tersebut, Kabaghumas Pemkot Malang Nur Widianto menyatakan bahwa informasi itu tidak benar. Dia menuturkan bahwa tidak ada kebijakan yang mewajibkan karantina selama 14 hari bagi siapa pun yang hendak memasuki Kota Malang. Menurut dia, informasi itu malah memperkeruh suasana. ”Hoax itu. Tidak ada kebijakan tentang hal itu,” ujarnya kemarin.
Dia memastikan siapa pun tidak dilarang berkunjung ke Kota Malang asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan menjalankan 3M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik.
Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata menegaskan, kabar yang tersebar melalui WhatsApp itu hoax. Dia tidak pernah memberikan imbauan semacam itu, terlebih untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari. ”Saya tidak pernah buat imbauan seperti itu. Apalagi suruh karantina. Nggak benar semua itu” tegas mantan Wakapolrestabes Surabaya tersebut. Leonardus bahkan telah mengantongi identitas pelaku penyebar kabar tersebut.
---
FAKTA
Pemkot dan Polresta Malang Kota telah mengklarifikasi bahwa tidak ada kewajiban karantina bagi orang yang masuk Kota Malang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
