
Photo
Photo
ILUSTRASI WAHYU KOKKANG/JAWA POS
JawaPos.com - Isu penolakan terhadap kebijakan protokol kesehatan masih laku jadi bahan hoax. Misalnya, video aksi massa yang diunggah halaman Facebook The Truth Locker pada 31 Agustus lalu. Video itu diberi keterangan sebagai aksi penolakan kebijakan lockdown di London, Inggris.
Video berdurasi 16 detik tersebut memperlihatkan masyarakat tumpah ruah di jalan protokol sembari mengarak bendera berwarna putih, merah, dan putih dalam satu bentangan (bit.ly/DiLondon). Aneh kalau kemudian aksi massa itu disebut terjadi di London.
Gelombang protes terkait upaya pencegahan Covid-19 memang pernah terjadi di London. Mengutip berita yang diunggah The Guardian pada 29 Agustus 2020, ribuan pengunjuk rasa dari seluruh Inggris berkumpul di Trafalgar Square London pada Sabtu sore. Mereka memprotes pembatasan sosial dalam rangka mencegah penularan virus korona dan menolak vaksinasi masal.
Saat itu, mayoritas pengunjuk rasa membawa plakat dengan nada celaan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bill Gates, dan kebijakan pemerintah soal berbagai larangan dalam rangka mencegah persebaran virus korona. Ada juga seruan yang meminta diakhirinya pembatasan sosial dan menghilangkan kewajiban penggunaan masker.
Aksi tersebut dihiasi banyak gambar dan tulisan yang menunjukkan bahwa pandemi virus korona merupakan tipuan atau penipuan. Namun, situasi protes jauh berbeda dengan gambaran kondisi yang disebar akun The Truth Locker. Anda bisa membacanya di bit.ly/AksiDiLondon.
Penelusuran tentang sumber video itu mengarahkan Jawa Pos pada posting-an akun Twitter Paul Ronzheimer. Dia adalah reporter Bild, surat kabar di Jerman. Pada 23 Agustus 2020, dia mem-posting video yang sama dengan unggahan halaman Facebook The Truth Locker. Dalam sebuah utas, salah satu netizen menyebutkan bahwa aksi demo itu berlangsung di Belarus, menyuarakan tentang demokrasi.
Portal berita France 24 ikut mengulas aksi protes yang memenuhi jalan protokol itu. Berita yang terbit pada 30 Agustus 2020 tersebut menjelaskan bahwa puluhan ribu pendukung oposisi berbaris melewati ibu kota Belarus, Minsk, pada Minggu.
Mereka menyerukan diakhirinya pemerintahan diktator Alexander Lukashenko meskipun polisi dan pasukan bersenjata memblokade jalan dan menahan laju puluhan ribu demonstran. Anda dapat membacanya di bit.ly/MenentangKediktatoran.
FAKTA
Video aksi protes yang disebar halaman Facebook The Truth Locker bukan terjadi di London, Inggris. Melainkan aksi protes di Belarus yang menentang kediktatoran pemerintahan Alexander Lukashenko.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=UtcNTAlIlVU

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
