Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan bahwa data serta konten digital milik masyarakat Indonesia kini memiliki peran strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di tingkat global. Karena itu, negara perlu memastikan hak atas data dan nilai ekonominya tidak tergerus.
Menurut Nezar, data saat ini tidak lagi sekadar informasi personal. Data telah menjadi bahan baku utama dalam membangun sistem AI.
Beragam aktivitas digital masyarakat, mulai dari lokasi, percakapan, hingga unggahan di media sosial, menciptakan jejak digital yang kemudian diolah menjadi model bisnis dan model kecerdasan buatan bernilai tinggi.
"Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengumpulkan dan mengolah data dalam skala besar. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan," ujarnya dalam forum Indonesia–Finland Roundtable on Data Sovereignty and Cyber Resilience di Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Ia menegaskan bahwa isu yang muncul bukan hanya sebatas perlindungan data pribadi. Konten yang bersifat publik, termasuk karya jurnalistik dan tulisan akademik, juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pelatihan AI tanpa mekanisme yang adil dan transparan.
Sebagai contoh, ia menyinggung langkah The New York Times yang membatasi akses terhadap kontennya karena digunakan untuk melatih sistem AI seperti OpenAI. Sengketa tersebut memperlihatkan bahwa gaya bahasa serta konten berita memiliki nilai ekonomi sekaligus dimensi hak kekayaan intelektual.
“Jika tidak diatur, karya jurnalis, akademisi, dan kreator Indonesia bisa menjadi bahan latih AI global tanpa kesepakatan yang jelas. Nilai tambahnya dinikmati pihak lain,” tegas Wamen Nezar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri tengah mengevaluasi ulang kerangka regulasi nasional agar relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya AI. Pemerintah juga mempelajari praktik tata kelola data di Uni Eropa yang menempatkan perlindungan hak warga sebagai prioritas dalam kebijakan digital.
Di samping isu kedaulatan data, Nezar turut menyoroti urgensi penguatan ketahanan siber. Pemerintah disebut sedang menyiapkan regulasi khusus sebagai landasan hukum guna melindungi arsitektur digital nasional dari ancaman siber yang semakin kompleks.
“Negara yang mampu mengelola dan mengendalikan data akan memiliki posisi tawar lebih kuat dalam ekonomi digital global. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus memastikan data warga negara memberi manfaat nyata bagi bangsa,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
