Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 04.13 WIB

Digadang-gadang Sebagai Teknologi Masa Depan, Begini Prediksi Potensi AI Generatif bagi Pelaku Bisnis

Ilustrasi: Manfaat AI turut dirasakan para pelaku bisnis. - Image

Ilustrasi: Manfaat AI turut dirasakan para pelaku bisnis.

JawaPos.com - Kecerdasan buatan, atau Artificial Intelligence (AI) terus berkembang. Tak hanya bagi perorangan, kini telah hadir teknologi AI generatif yang juga sudah memicu berbagai ide baru. Termasuk di dunia bisnis, tentang cara memanfaatkannya untuk memajukan usaha.

AI generatif atau Gen AI adalah adalah kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan teks, gambar, dan bahkan video dari data yang diterimanya. Sebab itu, dunia bisnis tertarik untuk menggunakan Gen AI untuk meramu berbagai bahan, seperti laporan keuangan, yang dibutuhkan untuk pengoperasian bisnis.

Steve Nouri, founder AI4Diversity, sebuah inisiatif nirlaba yang berfokus pada pemanfaatan AI, mengatakan bahwa sifat Gen AI yang terbuka membuatnya mudah diakses oleh khalayak umum, termasuk bisnis. “Gen AI terbuka untuk diakses oleh siapa saja, dan inilah yang membedakannya dari AI terdahulu. Berkat sistemnya yang terbuka, AI yang dulu sekedar fitur yang tertanam di produk lain kini sudah bisa berdiri mandiri dan membawa nilai tersendiri bagi pengguna,” kata Steve disela-sela Mekari Conference 2023, konferensi yang membahas masa depan teknologi dan bisnis di Jakarta.

Steve dan pelaku teknologi serta bisnis lainnya kemudian menerangkan cara-cara Gen AI akan membantu perusahaan memperkuat bisnis di masa depan.

Pertama, kecepatan AI dalam mengolah data dan menciptakan hasil akhir akan membuat pekerjaan lebih efisien. Contohnya, AI dapat dengan cepat dan akurat menganalisa data konsumen. Hasil dari analisis tersebut kemudian dapat digunakan bisnis untuk gesit memformulasikan strategi pasar
sesuai tren terkini.

“Kekuatan utama dari teknologi adalah kemampuannya membantu kita menghemat waktu pengerjaan. Mengingat waktu sama bernilainya seperti uang, penghematan tersebut akan berdampak positif pada kinerja bisnis,” tambah Steve.

Kemudian, AI generatif juga disebut bisa memacu produktivitas. Banyak perusahaan terganjal kesuksesannya oleh keterbatasan sumber daya, termasuk sumber daya manusia (SDM). Anthony Kosasih, Chief Operating Officer (COO) Mekari, mengatakan bahwa dengan membuat pekerjaan lebih efisien, AI memberi keleluasaan bagi karyawan untuk mengalihkan waktu dan tenaga untuk melakukan tugas yang lebih strategis.

Dengan demikian, bisnis dapat memfokuskan SDM terbatasnya ke pekerjaan yang betul-betul berdampak signifikan pada kinerja. “AI bisa memperkuat kapasitas penyelesaian pekerjaan bahkan hingga 5 atau 10 kali, sehingga kinerja bisnis akan ikut terdongkrak secara signifikan,” lanjut Anthony.

Pertumbuhan laba yang konsisten menentukan keberlangsungan bisnis karena laba tambahan dapat diputar menjadi modal untuk membiayai rencana, mulai dari ekspansi ke kota baru hingga penambahan lini produk. Anthony mengatakan bahwa AI akan memperkuat kemampuan perusahaan menciptakan layanan baru bagi konsumen sehingga perusahaan mendapatkan kesempatan lagi untuk menumbuhkan laba.

“AI akan membuka banyak sekali peluang baru, dan salah satu peluang tersebut adalah cara-cara kreatif dalam melayani konsumen," sebutnya.

Mekari baru-baru ini mengintegrasikan AI ke dalam Mekari Qontak, solusi chatbot dan CRM, yang membantu agen untuk menganalisa dan merangkum percakapan dengan konsumen sehingga konsumen mendapatkan respon lebih cepat.

AI generatif bagi dunia usaha juga disebut bisa mempertahankan daya saing. Bisnis di dunia kini berlomba-lomba untuk mengadopsi AI untuk menguatkan kinerja mereka. Steve mengatakan bahwa agar tidak ketinggalan, perusahaan di Indonesia pun harus mengikuti arah global jika ingin tetap bersaing di pasar lokal maupun internasional.

“Di dalam 5 tahun, perusahaan yang tidak memanfaatkan AI akan kesusahan mempertahankan diri di pasar global,” lanjutnya.

Riset Mekari berjudul ‘Artificial Intelligence Adoption Readiness of Businesses in Indonesia’ menemukan bahwa 62 persen perusahaan yang sudah memiliki ekosistem teknologi mempunyai potensi untuk mengadopsi AI. Para pakar dan pemerhati teknologi juga setuju bahwa keterbukaan bisnis di Indonesia untuk mengadopsi teknologi AI untuk menaikkan produktivitas akan membawa pengaruh positif bagi ekonomi negara.

Anthony mengatakan bahwa produktivitas perusahaan harus dilihat bukan sekadar di level setiap perusahaan, namun juga secara nasional. “Kita harus melihat efisiensi operasional dan penguatan laba bisnis dari level nasional secara keseluruhan. Indonesia memiliki banyak sekali potensi untuk dicapai, selain kesempatan untuk memperluas konsumsi untuk diperluas,” tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore