Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Januari 2019 | 18.52 WIB

Mulai Era Koneksi Seluler Baru, Huawei Kenalkan Chipset Balong 5000

CEO Consumer Business Group Huawei, Richard Yu mengatakan, Balong 5000 secara resmi menandai dimulainya era 5G - Image

CEO Consumer Business Group Huawei, Richard Yu mengatakan, Balong 5000 secara resmi menandai dimulainya era 5G

JawaPos.com – Memulai era teknologi jaringan seluler baru generasi ke lima (5G). Huawei secara resmi meluncurkan chipset 5G multi-mode yang disebut Balong 5000 dan perangkat 5G komersial pertama yang ditenagai chipset itu yaitu router Huawei 5G CPE Pro. Kombinasi kedua produk baru itu diklaim telah melahirkan koneksi nirkabel tercepat di dunia pada smartphone, koneksi rumah, kantor, maupun saat mobilitas.


CEO Consumer Business Group Huawei, Richard Yu mengatakan, Balong 5000 secara resmi menandai dimulainya era 5G. “Chipset ini mendukung berbagai produk 5G di samping smartphone, termasuk di dalamnya perangkat broadband rumahan, perangkat yang terhubung ke kendaraan, dan modul 5G,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.


Lebih jauh, ia juga mengklaim bahwa perangkat itu bakal menyajikan pengalaman 5G multi-skenario yang benar-benar baru. "Balong 5000 akan menyingkapkan dunia yang benar-benar baru bagi konsumen. Ini akan membuat semuanya masuk akal, dan akan menyediakan koneksi berkecepatan tinggi yang diperlukan untuk berbagai perangkat cerdas di mana-mana,” imbuhnya.


Dengan dukungan dari Balong 5000, router Huawei 5G CPE Pro disebut akan memungkinkan konsumen mengakses jaringan yang lebih bebas dan menikmati pengalaman konektivitas yang sangat cepat. Huawei juga mengklaim bahwa perangkat tersebut memiliki serangkaian kemampuan terintegrasi di seluruh chip, perangkat, layanan cloud, dan jaringan.


Dengan desain yang mungil dan tingkat integrasi yang tinggi, Balong 5000 disebut mendukung konektivitas 2G, 3G, 4G, dan 5G dalam satu chip. Hal itu diklaim dapat secara efektif mengurangi latensi dan konsumsi daya saat bertukar data antara mode yang berbeda dan secara signifikan akan meningkatkan pengalaman pengguna pada tahap awal penyebaran 5G komersial.


Balong 5000 juga disebut sebagai chipset pertama yang mencapai benchmark industri terkait kecepatan puncak pengunduhan 5G. Pada Sub-6 GHz (pita frekuensi rendah, spektrum utama yang digunakan untuk 5G), Balong 5000 disebut  dapat mencapai kecepatan unduh hingga 4,6 Gbps.


Pada spektrum mmWave (pita frekuensi tinggi yang digunakan sebagai perpanjangan spektrum untuk 5G), Balong 5000 dapat mencapai kecepatan pengunduhan hingga 6,5 Gbps. Ini 10 kali lebih cepat daripada kecepatan 4G LTE paling cepat di pasaran saat ini.


Balong 5000 juga dikatakan pihak Huawei sebagai chipset pertama di dunia yang mendukung arsitektur jaringan standalone (SA) dan non-standalone (NSA) untuk 5G. Dengan non-standalone, arsitektur jaringan 5G dibangun di atas jaringan 4G LTE yang lama, sedangkan standalone 5G, seperti namanya, akan memiliki arsitektur independennya sendiri. Balong 5000 secara fleksibel disebut dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan operator yang berbeda untuk menghubungkan perangkat melalui berbagai tahap pengembangan 5G.


 
 
 
 

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore