
Dirut Telkom Alex J Sinaga saat di depan roket yang akan membawa satelit Telkom 3S beberapa tahun lalu.
JawaPos.com - Bisnis satelit Telkom tampaknya terus menunjukkan progres positif. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai regulator di industri telekomunikasi pun mengakui hal tersebut. Telkom dinilai selalu patuh pada regulasi dalam pengelolaan satelit dan slot orbit yang diberikan pemerintah kepada operator itu.
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kominfo Ismail mengungkapkan, sejauh ini sebagai regulator menilai Telkom dalam mengelola slot serta berbisnis transponder satelit sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Telkom bermain di bisnis satelit sejak 1976.
"Sejak pertama kali Telkom meluncurkan satelit, setahu kami Telkom selalu mematuhi regulasi yang ditetapkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka kelola dua slot orbit dan selalu melakukan perencanaan yang matang sejak pengadaan hingga dioperasionalkan," katanya dalam keterangan tertulisnya.
Ismail pun menyambut gembira kabar hampir selesainya pembangunan satelit Telkom 4 oleh manufakturnya, Space Systems Loral (SSL). "Kominfo menyambut baik kabar bagus soal perkembangan pembangunan satelit Telkom 4 yang katanya sudah mencapai 99 persen oleh manufakturnya. Itu artinya sinyal bagus untuk satelit bisa diluncurkan dengan window pertengahan Juli hingga Agustus 2018," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Wholesale & International Service Telkom Abdus Somad Arief di sela-sela acara Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2018 beberapa waktu lalu, menuturkan, pembangunan satelit Telkom 4 nyaris selesai. "Kalau untuk manufacturing-nya sudah 99 persen. SSL bisa menyelesaikan lebih cepat dari jadwal,” ungkapnya.
Dikatakannya, saat ini yang ditunggu justru slot untuk launcher alias peluncur yang diperkirakan ada di Agustus 2018. “Window waktunya ya Agustus, nunggu slot launcher,” jelasnya.
Narada Kapital Indonesia dalam kajian yang dikeluarkan 18 April 2018 memprediksi Satelit Telkom 4 dapat meningkatkan pendapatan dan net profit perseroan dari menyewakan transponder. Kiswoyo Adi dari Narada Kapital dalam kajian itu berasumsi Return on Equity (ROE) Telkom pada akhir tahun 2018 bisa mencapai sebesar 20 persen.
Untuk diketahui, satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih diperkirakan menelan investasi sebesar USD 190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder. Sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India.
Satelit Telkom 4 rencananya akan diluncurkan menggunakan Roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa SpaceX dari Amerika Serikat ke slot orbit 108 Bujur Timur.
Sebelumnya pada 15 Februari 2017, Telkom sukses meluncurkan Satelit Telkom 3S di Kourou, French Guiana dan saat ini sudah menempati slot orbit 118 derajat Bujur Timur. Satelit Telkom 3S memiliki kapasitas 49 transponder dengan masa aktif sekitar 15 tahun sejak diluncurkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
