Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2018 | 17.34 WIB

Massive MIMO, Gebrakan Awal Tahun Smartfren Menuju Teknologi 5G

Smartfren saat konferensi pers Massive MIMO. - Image

Smartfren saat konferensi pers Massive MIMO.

JawaPos.com - Gebrakan awal tahun Smartfren semakin 'menggila'. Kini perusahaan telekomunikasi itu tengah menerapkan teknologi Massive Multiple Input Multiple Output (Massive MIMO) guna meningkatkan kualitas internet 4G-nya. Massive MIMO diklaim akan menjadikan pengalaman berinternet lebih baik.


CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan, pelanggan Smartfren bakal mendapat jaringan internet yang makin kencang di tahun 2018 ini.


"Tahun 2018 ini kami ingin memberikan pengalaman internet yang semakin baik. Untuk langkah awal yang dilakukan dengan menyempurnakan sistem customer experience management (CEMS), peningkatan stabilitas, serta kualitas jaringan 4G, hingga kehadiran layanan baru. Termasuk melanjutkan kerja sama bundling dengan open market handset," katanya saat konferensi pers di Jakarta belum lama ini.


Djoko mengungkapkan, teknologi Massive MIMO diterapkan seiring dengan bertambahnya pelanggan. Nah, untuk mengakomodasi bertambahnya pelanggan ini, pihaknya berupaya memperkuat jaringan.


"Dari segi teknologi kami memperkuat jaringan, menambah jumlah BTS, dan menerapkan MIMO technology. Dengan demikian, jika ada penambahan pelanggan hingga dua kali lipat, pengalaman internet tetap baik," katanya.


Sementara itu, VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo menerangkan, sebagai langkah awal pihaknya berencana memasang 200 antena Massive MIMO di berbagai gedung bertingkat di Jakarta.


"Untuk mengawali kita akan pasang di Jakarta dulu. Ada 200 gedung bertingkat dipilih. Jadi ini mulainya dari Januari 2018 dan akan terus berlanjut. Alasan dipilih gedung bertingkat sebab rata-rata operator seluler di gedung tinggi itu kalau tidak pakai indoor coverage selalu hilang sinyal. Nah dengan antena MIMO ini tidak akan kehilangan sinyal," terang Munir.


Saat ini, operator yang merupakan anak Sinar Mas Group ini telah memasang antena MIMO di 30-40 gedung bertingkat di Jakarta, di antaranya, Mal Kalibata dan Mal Pacific Place. Selanjutnya, pemasangan bakal dilakukan di kota-kota lain seperti Surabaya.


"Penerapan Massive MIMO ini bukan tergantung target tetapi pelanggannya. Misalnya pelanggan di Surabaya membutuhkan karena jumlahnya meningkat, ya akan dipasang di sana. MIMO itu bukan suatu keharusan tetapi pada kebutuhan," ujarnya.


Chief Technical Officer Smartfren Christian Daigneault menjelaskan, dalam penerapan Massive MIMO ini Smartfren menggandeng ZTE Corporation untuk pengadaan perangkat antenanya sekaligus melakukan uji coba.


"Teknologi Massive MIMO tidak hanya memperkuat jaringan 4G, namun sebagai langkah awal menuju 5G. Tentunya juga akan menghadirkan serangkaian keuntungan bagi konsumen," jelasnya.


Sejumlah keuntungan yang dapat dirasakan konsumen antara lain akses data lebih cepat, baterai lebih hemat, dan jangkauan jaringan lebih luas. "Dengan Massive MIMO ini konsumen bisa mendapatkan koneksi langsung sehingga tak perlu mentransfer banyak power. Ini membuat hemat baterai," tutur Christian.


Dia menambahkan, Massive MIMO memiliki cakupan area hingga 5 kilometer, ketinggian sekira 30 lantai dengan kecepatan akses data menyentuh 1,2 Gbps. "Hampir semua smartphone yang ada di pasaran saat ini kompatibel dengan teknologi tersebut," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore