Ilustrasi – Logo TikTok.
JawaPos.com – Nepal berencana akan melarang aplikasi sosial media TikTok lantaran aplikasi itu dianggap mengganggu keharmonisan kehidupan sosial dan adanya penyalahgunaan. Rencana dikemukakan bersamaan dengan meningkatnya permintaan untuk melakukan pengendalian penggunaan TikTok.
Aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan teknologi berbasis di Tiongkok, ByteDance itu juga telah dilarang di beberapa negara dengan alasan terkait masalah keamanan. Lebih dari 1.600 kasus kejahatan dunia maya terkait dengan TikTok telah dilaporkan selama empat tahun terakhir di Nepal.
Dilansir dari Reuters, Rabu (15/11) Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Nepal, Rekha Sharma mengatakan keputusan untuk melarang penggunaan TikTok telah diambil dalam rapat kabinet pada Senin (13/11) lalu.
Baca Juga: Jenis-jenis Alergi Kulit Pada Bayi dan Anak yang Harus Diketahui Ibu, Begini Cara Pencegahannya
“Rekan-rekan kerja sedangan berupaya menutupnya secara teknis,” ungkap Rekha Sharma.
Ketua otoritas komunikasi Nepal, Purushottan Khanal mengatakan bahwa penyedia layanan internet telah diminta untuk menutup akses aplikasi tersebut.
“Beberapa sudah ditutup, sementara sisanya akan ditutup hari ini,” ungkap Khanal.
Pihak TikTok belum menganggapi tentang masalah ini. Sebelumnya mereka telah mengatakan bahwa pelarangan tersebut merupakan tindakan salah arah dan didasarkan pada kesalahpahaman.
Adanya pelarangan aplikasi video ini menimbulkan kritik dari pihak pemimpin oposisi di Nepal, mereka mengatakan bahwa tindakan tersebut dianggap kurang efektif, kurang dewasa, dan kurang bertanggung jawab.
“Ada banyak materi yang tidak diinginkan juga di media sosial. Yang harus dilakukan adalah mengatur dan membatasinya,” kata Pradeep Gyawali, pemimpin senior Partai Komunis Nepal.
Negara tetangga Nepal, India telah melarang TikTok dan puluhan aplikasi yang dibuat oleh pengembang dari Tiongkok sejak Juli 2020 lalu, dengan alasan keamanan nasional. Selain itu, negara Asia selatan lainnya, seperti Pakistan telah melarang aplikasi tersebut karena dianggap menyebarkan konten yang tidak senonoh dan tidak bermoral.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
