
ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS
Mengapa korban penyalah guna narkoba lebih gampang disembuhkan ketimbang korban patah hati?
---
SEORANG sopir truk ditanya Sastro. Dia tak bisa menjawabnya. Dia, kausan singlet putih dalam kemacetan panjang jalur pantura, malah tanya balik, ”Mengapa Situ bertanya kepada saya?”
Iya, ya? Kenapa? Sastro tercenung. ”Sebab saya numpang truk Sampean,” jawab Sastro akhirnya. ”Sekarang saya baru kepikir tentang narkoba dan cinta. Kebetulan yang ada di sebelah saya, kok, hanya Sampean yang lagi nyetir.”
***
Hidup berbangsa adalah tentang siapa saja yang ada di sebelah-sebelahmu. Demikian Sastro pernah menguping ceramah orang gila yang ditanggap di gang buntu. Lelah mengejar-ngejar layang-layang, anak-anak kecil menanggap lelaki kerempeng kuciran yang sering komat-kamit sendiri itu. Di kaki kirinya terikat untaian panjang kaleng-kaleng. Kalau melangkah, langkahnya berisik klontang-klonteng…klontang-klonteng…
Anak-anak kecil bertanya tentang apa saja. Ditanya tentang mengapa ia tak pernah sakit, orang gila itu menjawab, reshuffle kabinet sebentar lagi. Nggak nyambung. Ditanya tentang layang-layang putus bergambar salib dan kubah masjid tadi akan melayang-layang dan hinggap membumi di mana, si sinting menjawab, bukan Lebaran yang sebentar lagi. Reshuffle kabinet sebentar lagi. Nggak nyambung.
Sastro mengintipnya dari celah gorden jendela warna PKB rumah temannya yang ada di ujung gang buntu.
Mengkudu busuk jatuh. Anak-anak berebutan buat lempar-lemparan satu sama lain. Mereka ketawa-ketawa. Si gila menangis. Orang miring ini baru nyambung saat ditanya anak-anak tentang hidup berbangsa. Cuma kata-kata susulannya kembali nggak nyambung.
”Hidup berbangsa adalah tentang siapa saja yang ada di sebelah-sebelahmu. Hujan seperti harimau, ada pawangnya juga. Namanya Nimas Mandalikawati. Siapa berani menurunkan presiden dari langit? Tak ada! Hujan turun di Bumiayu. Hujan turun di Trenggalek. Siapa berani menaikkan hujan dari istana? Tak ada! Pawang hujan cuma bisa mengalihkan hujan, tak bisa menaikkannya. Tidak ada! Di tetangga sebelah cuma ada iri hati, dengki, dendam. Tong kosong diisi dendam sampai penuh juga tetap nyaring bunyinya…klontang-klonteng…klontang-klonteng…”
Anak kecil cekakak-cekikik. Ada yang wajahnya sampai memerah PDIP maupun Gerindra. Ada yang membiru bagai PAN, Demokrat, atau Nasdem. Bagi mereka, sekacau apa pun kata-kata ibunya yang bercampur aduk umpatan dan jeritan saat marah luar biasa kepada bapaknya masih lebih nyambung daripada omongan orang gila ini. Sastro bukan anak kecil. Ia tak menggubris sisa kalimat-kalimatnya. ”Hidup berbangsa adalah tentang siapa saja yang ada di sebelah-sebelahmu.” Hanya itulah kalimat yang ditandai Sastro dengan stabilo antara kuning Golkar dan oranye PKS.
Di sebelah hidupnya kini bukan seorang menteri, bukan gubernur sampai kepala dusun. Mereka semua jauh. Bahkan Jendro, belahan jiwanya, sedang tak di sebelahnya.
”Mengapa Situ bolak-balik tanya lagi ke saya soal korban narkoba dan korban cinta?”
Sastro tertawa, tetapi terus kembali bertanya, bertanya, dan bertanya.
***
Patah hati karena putus cinta memang bisa berabe. Korban penyalah guna narkoba setidaknya masih punya semangat hidup. Dengan api seperti itu kiai, pastor, biksu, pandita, psikiater, maupun psikolog masih mungkin memulihkan hidupnya. Lain dengan korban patah hati. Mereka bukannya tak punya semagat. Semangatnya ada, yaitu semangat untuk bunuh diri. Gagal bunuh diri, ada yang membisu bertahun-tahun.
”Itu dialami sendiri oleh putra saya,” sopir truk akhirnya mau menjawab juga pertanyaan Sastro.
”Saya tiap hari hidup di jalanan, bawa truk. Tanpa sopir cadangan seperti sopir bus. Tiap hari ngadepi macet begini… Panas. Ndak ada AC. Kalau saya mau nangis, waaaah bisa saja. Tidak! Saya kuat. Cuma nangis saat putra saya yang dua tahun membisu itu akhirnya bisa bilang ’Bapak’, walau cuma sepatah kata ini. Kejadiannya saat saya membesuk untuk kesekian puluh kalinya di Pesantren Reshuffle.”
”Pesantren Reshuffle?”
”Itu singkatan dari Restorasi Hanya untuk Fara Fakir Lev.”
”Lev?”
”Ya, Lev. Kata kiainya, ’Lev’ ini dari bacaan ’Love’….”
***
Hari berganti. Truk sudah bergeser dari kemacetan jalur pantura ke kemacetan jalur Cikampek–Jakarta.
”Putra saya jadi begitu…. Hmmm… Semua ini gegara Putin!” sopir singletan melanjutkan kisah kemarinnya kepada Sastro. ”Pemimpin Rusia itu sudah mengumumkan kepastiannya datang di KTT G20 Oktober mendatang di Bali. Mana ada pemimpin negara yang mengumumkan kepastian hadirnya 7 bulan sebelum acara. Pasti ada udang di balik batu. Saya ini goblok, tapi nggak goblok-goblok amat.”
”Udangnya seperti apa?”
”Ya, itu, sopir truk seperti saya ini jangan disepelekan. Kami mampu melihat udang…malah bisa mengangkutnya sekalian… Udangnya, ya, Putin pengin lihat reaksi Amrik, India, China, Arab Saudi, Australia… Putra saya mau menikah dengan Kalkun Betinawati setelah Kalkun Betinawati lulus S-1 empat tahun lagi. Cinta pertama Kalkun Betinawati mengumumkan di Instagram akan datang ke pernikahan itu. Putraku di-reshuffle. Kalkun Betinawati balik ke cinta pertamanya!” (*)
SUJIWO TEJO
Tinggal di Twitter @sudjiwotedjo dan Instagram @president_jancukers

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
