Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2019 | 06.56 WIB

Melihat Manuskrip Kuno dan Peninggalan KH Ahmad Dahlan di Museum Pendi

KUNJUNGAN PERDANA: Wali Kota Tri Rismaharini, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryatmo, Wakapolres Tanjung Perak Kompol Faisol Amir, Kajari Surabya Anton Delianto, dan Kasatreskrim Polrestabes AAKBP Sudamiran melihat koleksi Museum Pendidikan Surab - Image

KUNJUNGAN PERDANA: Wali Kota Tri Rismaharini, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryatmo, Wakapolres Tanjung Perak Kompol Faisol Amir, Kajari Surabya Anton Delianto, dan Kasatreskrim Polrestabes AAKBP Sudamiran melihat koleksi Museum Pendidikan Surab

JawaPos.com - Setelah lima bulan direnovasi dan diisi koleksi, kemarin museum pendidikan diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ada 860 koleksi yang bisa dinikmati para pengunjung. Mulai manuskrip kuno bahasa Arab hingga mesin cetak milik KH Ahmad Dahlan yang sudah berusia 83 tahun.

Museum pendidikan dibangun di bekas Sekolah Taman Siswa. Gedung yang diperkirakan didirikan pada 1930 itu disulap pemkot dengan nuansa vintage yang elegan. Namun, tidak meninggalkan cerita sejarah yang ada di dalamnya. ”Koleksi dalam museum belum lengkap,” ucap Risma di hadapan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopinda) dan para kepala sekolah kemarin.

Dalam waktu dekat, akan dilakukan penambahan dan penataan koleksi di dalam museum. Begitu terus setiap tahun. Tujuannya tidak lain agar koleksi bertambah banyak Selama ini perburuan koleksi museum tidak mudah. Para pegawai pemkot harus berkeliling kota hingga ke Jogjakarta.

Menurut Risma, pengambilalihan bangunan eks Sekolah Taman Siswa itu sebenarnya sejak lama direncanakan pemkot. Dengan dibantu Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), tanah dan bangunan bisa dikelola pemkot. Pemkot tidak mengeluarkan anggaran sedikit pun kecuali untuk proses renovasi hingga persiapan museum dibuka.

Dengan mengenakan batik dan kerudung merah, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menandai pembukaan museum dengan menandatangani batu prasasti. Risma menjelaskan, museum pendidikan tersebut sengaja diresmikan bertepatan dengan Hari Guru. ”Saya ingin anak-anak tahu bagaimana beratnya menempuh pendidikan pada saat itu,” terang dia.

Ada 860 koleksi di museum pendidikan. Nah, penataannya diatur sesuai zaman. Dimulai dari masa pra-aksara, kolonial, klasik, hingga teknologi pada era ’90-an. Seusai peresmian, Risma mengelilingi bangunan seluas 2.000 meter persegi tersebut. Satu per satu koleksi diamati. Termasuk merasakan duduk di bangku sekolah kuno yang dilengkapi sabak.

Meski ditempati ratusan barang koleksi, pada bangunan bergaya arsitektur Belanda itu tetap diberikan ruang khusus untuk berdiskusi. Misalnya, area di bagian tengah. Bahkan, sisi timur gedung utama tempat diorama sengaja dikhususkan sebagai tempat pertemuan kepala sekolah.

Photo

Shafira Alifia mengamati manuskrip kuno yang ada di museum. (Puguh Sujatmiko/Jawa Pos)

Apalagi, museum itu menyatu dengan taman ekspresi. Maka, potensi untuk ramai dikunjungi warga sangat tinggi. Risma berharap ke depan bangunan di Jalan Genteng Kali itu bisa dijadikan salah satu venue ketika ada event internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti menuturkan, tantangan terbesar adalah saat renovasi gedung. Gedung dirapikan ulang, tetapi tidak mengurangi nilai sejarah yang ada. ”Proses renov hingga peresmian kurang lebih butuh 4–5 bulan,” terangnya.

Anggota tim ahli cagar budaya Surabaya Prof Johan Silas mengatakan bahwa kembalinya bangunan bersejarah itu tak lain untuk mengedukasi masyarakat. Apalagi bekas Sekolah Taman Siswa tersebut melekat erat dengan perkembangan pendidikan. ”Jadi, masyarakat kini bisa tahu bagaimana perjalanan pendidikan di Surabaya,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore