
Stadion GBT. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengurangi dan menanggulangi persebaran virus Covid-19. Tidak hanya warga, upaya itu dilakukan kepada staf di lingkungan Pemkot Surabaya.
Untuk itu, wali kota telah menerbitkan surat edaran (SE) pada Senin (24/8) tentang pencegahan persebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Dalam surat edaran tersebut, terdapat beberapa poin di antaranya seluruh staf wajib melaksanakan protokol kesehatan dalam bekerja di kantor seperti cek suhu, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Selain itu, staf diharapkan melakukan penyemprotan lingkungan tempat kerja dengan disinfektan setiap pagi dan sore hari.
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengataan, dalam surat edaran itu juga mengatur jadwal staf untuk melaksanakan tugas kedinasan di kantor dan tugas kedinasan di rumah secara bergantian. Selain itu, staf yang berdomisili di luar kota diperintahkan melaksanakan tugas kedinasan di rumah.
”Staf juga diminta membersihkan diri dan mengganti pakaian ketika sampai di kantor dan sebelum pulang ke rumah serta tidak menggunakan barang ataupun perlengkapan kantor milik orang lain. Disarankan juga seluruh staf untuk membawa bekal dari rumah atau tidak makan di luar kantor,” terang Febriadhitya Prajatara pada Selasa (25/8).
Menurut Febriadhitya Prajatara , surat edaran tersebut diterbitkan berdasar hasil analisis tim satuan tugas (Satgas) atas munculnya beberapa kejadian Covid-19 di lingkungan Pemkot Surabaya.
”Ya jadi memang kan setelah tim satgas melakukan analisa kepada beberapa kejadian confrim positif. Terutama terjadi di OPD itu kan ada beberapa analisis jadi sesuai yang di surat edaran,” kata Febri saat ditemui di kantornya.
”Oleh karena itu surat edaran diterbitkan. Salah satunya adalah ketika sampai di kantor untuk ganti pakaian, membersihkan diri begitu juga ketika hendak pulang ke rumah,” tambah Febriadhitya Prajatara.
Febri menjelaskan, dikeluarkannya surat edaran itu bertujuan untuk melakukan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19.
”Kita kan tidak tahu, karena menurut para ahli pandemi virus ini bisa menyebar melalui udara. Ini sebagai langkah antisipasi saja untuk kita saling menjaga,” ujar Febriadhitya Prajatara.
Dia menambahkan, pemkot juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatikan (Dinkominfo) Kota Surabaya untuk menyiapkan aplikasi khusus monitoring kinerja staf yang melakukan WFH. ”Aplikasi ini untuk memantau kinerja karyawan atau staf Pemkot yang melakukan WFH. Jadi tidak bisa main-main,” terang Febriadhitya Prajatara.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=-I_SJV3H7I8

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
