Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2020 | 23.16 WIB

Tekan Angka Kematian Pasien Covid-19, Tambah 210 Unit Ventilator

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)

JawaPos.com – Beragam solusi tengah dilakukan pemerintah pusat bersama Satgas Covid-19 Jatim untuk mengatasi tingginya angka kematian pasien terpapar virus korona. Terakhir, yang tengah berlangsung adalah penambahan unit ventilator ke seluruh rumah sakit (RS) rujukan.

Sejak akhir pekan lalu, secara bertahap satgas Covid-19 mulai mendistribusikan ventilator-ventilator itu ke setiap bakorwil (badan koordinasi wilayah).

Sejauh ini, sudah tiga bakorwil yang menerima. Terakhir di Bojonegoro. Kemarin pengiriman itu dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa. ”Pembagian ventilator berlangsung secara bertahap. Sasarannya adalah RS rujukan di Jatim,” katanya kemarin.

Dia menjelaskan, ada 210 ventilator yang didistribusikan ke semua RS rujukan. Ventilator tersebut merupakan bantuan Kementerian Kesehatan. ”Setelah seluruh perangkat (ventilator, Red) terdistribusi, kami akan melatih tenaga medis untuk mengoperasikannya,’’ ujarnya.

Sebab, jenis ventilator yang didistribusikan kali ini berbeda dengan biasanya. Karena itu, tidak semua tenaga medis di rumah sakit bisa mengoperasikan ventilator tersebut.

Tim pakar Gugus Tugas Pemprov Jatim dr Makhyan Jibril menyatakan, ventilator berfungsi membantu penyembuhan pasien Covid-19 dengan gejala berat. Mereka perlu dibantu pernapasan. ”Dengan begitu, peluang untuk sembuh menjadi lebih besar,’’ ucapnya.

Hingga kemarin, jumlah pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 di Jatim terus bertambah. Total sudah mencapai 2.965 orang. Sementara itu, pasien sembuh mencapai 33.100 orang.

Klaster Pesantren Kembali Muncul


Tak hanya menekan angka kematian, Satgas Covid-19 Jatim dan satgas kabupaten/kota juga kembali disibukkan dengan munculnya persebaran virus korona di lingkungan pesantren yang berpotensi jadi klaster.

Salah satunya di Kota Batu. Sebanyak 31 warga di Ponpes Al Izzah dinyatakan positif Covid-19. Rata-rata kondisinya tanpa gejala dan telah menjalani isolasi mandiri. Saat ini pengawasan intensif dilakukan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Dinkes Kota Batu, dan RS Saiful Anwar (RSSA).

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengimbau seluruh ponpes untuk mewaspadai potensi persebaran Covid-19. ’’Dinkes juga segera menginventarisasi penerapan protokol di seluruh ponpes,’’ katanya.

Di Lamongan, 37 warga Ponpes Al Mubtadiin, Kecamatan Babat, juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sama, saat ini mereka menjalani isolasi karena tidak memiliki gejala.

Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat mengatakan, sarana-prasarana pondok sangat bagus. ’’Insya Allah 14 hari sembuh,’’ tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yo8QD1MVBSM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore