
SOLUTIF: Mas Iin berbagi (sharing) gagasan dengan anak-anak muda kreatif dan pelaku UMKM tentang bagaimana mengangkat potensi besar mereka. Program Sidoarjo Bisa menjadi solusi. (Istimewa)
JawaPos.com - Mas Iin atau Ahmad Amir Aslichin telah mewujudkan program-program kreativitasnya. Meski baru maju sebagai calon bupati Sidoarjo, pengusaha muda yang sukses sebagai entrepeneur maupun legislator itu telah membuktikan gagasannya. Sudah terealisasi. Program Pesona Desa telah terbukti bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat desa. Penguatan BUMDes. Promosi dan pemasaran produk-produk desa.
Satu lagi program Mas Iin yang sudah terwujud. Namanya Sidoarjo Bisa. Program itu terlaksana sejak akhir 2019. Apa saja? Sidoarjo Bisa memetakan UMKM, mendampingi pelaku usaha, dan mengenalkan produk mereka. Hasil akhirnya membuat warga menjadi produsen bisnis. Sidoarjo dijuluki Kota UMKM.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sidoarjo saja mencatat ada 206.745 UMKM. Mereka tersebar di 18 kecamatan. Kondisinya beragam. Mas Iin menangkap potensi tersebut. Potensi usaha besar. Banyaknya generasi muda yang kreatif harus diberi wadah.
Sidoarjo Bisa mampu jadi wadah UMKM dan ekonomi kreatif. ”Selama ini banyak UMKM yang minim kemampuan pengemasan dan marketing,” kata Mas Iin. Nah, Sidoarjo Bisa sanggup mengelola itu. Membuat terobosan. Pengusaha muda diajak berkontribusi. Direktur-direktur muda bisa diajak menjadi pemodal.
Mas Iin kini duduk sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur. Komisi yang membidangi perekonomian dan pariwisata. Sidoarjo Bisa, tambah lelaki yang telah merintis dan membesarkan beberapa perusahaan itu, menilai setidaknya ada enam peran umum program Sidoarjo Bisa.
Pertama, sebagai media informasi potensi UMKM dan ekonomi kreatif. Kedua, sebagai media promosi hasil produk UMKM dan ekonomi kreatif. Ketiga, sebagai wadah interaksi antar semua stakeholder terkait UMKM dan ekonomi kreatif.
Keempat, sebagai wadah berkreasinya anak-anak muda dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Kelima, sebagai wadah yang siap membantu bila ada permasalahan perizinan dan hubungan ke pemerintah. Keenam, menumbuhkembangkan potensi investasi ke dunia umkm & ekonomi kreatif.
Bukan wacana lagi. Program tersebut sudah kontinue berjalan. Hampir setiap hari memberikan inspirasi dan motivasi berusaha melalui media sosial. Sering memberikan pelatihan untuk memulai wirausaha baru. Kerap menjadi media promosi UMKM berbasis sosial media.
Sidoarjo Bisa sudah bekerja sama dengan banyak pegiat UMKM dan pengusaha untuk berkolaborasi. Hasilnya, antara lain, mewujudkan tempat berinteraksi semua stakeholders UMKM. Sudah mendampingi dan membantu banyak UMKM terkait perizinan, desain kemasan, dan promosi penjualan.
”Kami juga bisa podcast sekaligus toko suuvenir,” kata Mas Iin yang penah berkuliah di Australia itu. Kalau orang butuh barang tentang Sidoarjo, misalnya cari kaos I Love Sidoarjo, tidak perlu bingung. Sidoarjo Bisa sangat pantas menjadi jujukan.
Mas Iin menyatakan, rasa-rasanya belum ada toko suvenier khas di Sidoarjo. Padahal, potensi UMKM besar. Sayangnya, potensi besar itu minim pendampingan. ”Belum ada media promosi yang bisa dijangkau UMKM,” katanya.
Apalagi, Sidoarjo Bisa juga sudah bekerja sama dengan Bakoel Sayur. Sebuah aplikasi market place yang menjual sayur mayur secara online . Di saat pandemi seperti ini masyarakat dimudahkan berbelanja sayur tanpa ke pasar dan pedagang pasar dimudahkan mendapatkan konsumen.
Bakoel Sayur berisi para pengusaha muda asal Tarik yang sudah menjalankan usahanya di area Tarik, Prambon dan Balongbendo. Di wilayah kota, mereka menggandeng Sidoarjo Bisa. Sidoarjo bisa membantu branding sekaligus promosi. Lagi-lagi, program Sidoarjo bisa jadi solusi.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
