Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2020 | 21.36 WIB

Efek Libur Panjang, Pasien Covid-19 RSHU Surabaya Meningkat

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com − Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) kembali naik. Data yang tercatat per 17 November 2020, total ada 75 pasien yang kini dirawat. Kenaikan pasien Covid-19 hingga 50 persen.

Direktur RSHU dr Didi Dewanto SpOG mengatakan, sebelumnya angka pasien terpapar virus korona baru sempat menurun. Namun, setelah liburan panjang dua minggu lalu, jumlahnya meningkat. ”Di rumah sakit kami, naik 50 persen dibanding sebelum liburan panjang kemarin,” katanya.

Didi menuturkan, berdasar data Selasa (17/11), total pasien mencapai 75 orang. Mereka merupakan 50 warga dengan kartu tanda penduduk (KTP) Surabaya dan 25 pasien dari luar Surabaya. ”Rata-rata berusia 40−60 tahun,” ujarnya.

Meski jumlah pasien Covid-19 tidak setinggi di awal pandemi, lanjut dia, kenaikan jumlah kasus tersebut perlu menjadi perhatian. Jangan sampai terjadi gelombang kedua. ”Kasihan para nakes (tenaga kesehatan) kami,” ucap dia.

Didi menyebut pasien yang dirawat di ruang isolasi RSHU rata-rata dalam komdisi sedang dan berat. Bahkan, ada yang menggunakan ventilator. Namun, jumlahnya tidak banyak, hanya dua orang. Selain itu, ada bayi terpapar korona yang dirujuk ke RSHU. ”Total empat anak yang kini dirawat di NICU (neonatal intensive care unit). Mereka rata-rata rujukan,” ujarnya.

Didi mengatakan, saat ini masih ada ruang isolasi yang kosong di RSHU. Total ada 20 kamar yang kosong. ”Meski masih ada kamar kosong, harapannya jumlah yang terpapar Covid-19 tidak meningkat,” kata dia.


Didi menjelaskan, kenaikan pasien sangat mungkin disebabkan setelah liburan panjang. Dia juga menduga karena kendurnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. ”Kasus anak-anak juga mulai ada. Terutama klaster keluarga,” ujarnya.

Yang harus diwaspadai masyarakat, lanjut dia, saat ini tren pasien yang datang rata-rata dalam kondisi agak berat. Sebab, virus Covid-19 memiliki seribu wajah. Maka, semua orang tidak boleh menyepelekan. ”Masyarakat harus ketat dalam hal protokol kesehatan,” tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=h-OitYMcrr0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore