Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2020 | 02.48 WIB

Wali Kota dan Kapolrestabes Surabaya Sikapi Peningkatan Kasus Covid-19

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Humas Pemkot Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismharini menyikapi adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Surabaya dengan menggelar audiensi dengan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugraha pada Senin (13/4). Pada audiensi itu, dibahas peningkatan upaya pencegahan Covid-19, mengingat berkembangnya jumlah pasien yang positif.

”Bu Risma dan Pak Sandi diskusi banyak. Salah satunya jumlah yang terkonfirmasi apakah mereka dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Atau data dari luar, yang kemudian tes swab-nya di rumah sakit di Surabaya dari luar masuk terus jadi seperti itu,” kata Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M. Fikser seperti dilansir dari Antara pada Senin (13/4).

Fikser menjelaskan, untuk pasien ODP dan PDP sebelumnya sudah melalui berbagai tahap pemeriksaan dan tes khususnya untuk warga Surabaya. Namun yang dikhawatirkan dari jumlah data yang dimiliki pemkot, ada pasien Covid-19, tetapi di luar dari data yang dimiliki pemkot. Artinya, Pemerintah Kota Surabaya harus menyiapkan strategi penanganan khusus, jika ada warga Surabaya yang berobat  di kota dan statusnya positif Covid-19.

”Padahal Surabaya juga kan menjadi rujukan dari berbagai daerah. Bisa jadi awalnya dia (pasien) bukan positif. Lalu dalam perkembangannya berobat di rumah sakit luar Surabaya akhirnya positif. Sehingga ini yang sedang dibahas di sini bagaimana penanganannya,” ujar Fikser.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugraha menjelaskan, hasil koordinasi dengan wali kota yakni meningkatkan pencegahan yang terus dimaksimalkan dengan bergerak bersama-sama TNI, Polri, dan stakeholders lain.

”Tapi utamanya, kita berusaha meningkatkan pencegahan ini dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dan bersama-sama peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Apalagi melihat jumlah data yang berkembang menjadi 83 pasien positif,” kata Sandi Nugraha.

Dia menjelaskan, setelah pertemuan itu, kepolisian akan lebih meningkatkan kedisiplinan untuk memantau warga Surabaya agar bersama-sama menegakkan protokol yang sudah ada. Bahkan tak tanggung-tanggung akan menindaklanjuti bagi warga yang masih ditemui melanggar protokol.

”Secara teknis akan dirapatkan nanti lebih detail. Tapi secara umum sudah disampaikan ada peningkatan kepada masyarakat. Kalau ada yang masih membandel akan kami tindak lanjuti,” ucap Sandi Nugraha.

Sandi meminta agar masyarakat tetap di rumah. Jika misalnya ada warga yang hendak membeli makanan dipersilakan tapi dibungkus. Imbauan tersebut sudah kerap kali dilakukan setiap hari. Namun beberapa warga masih saja ada yang belum memahami imbauan tersebut.

”Setiap hari kami sudah beri pemahaman kepada masyarakat. Harapan inilah yang harus kita tekankan dan kita ingatkan kembali kepada masyarakat untuk tinggal di rumah,” kata Sandi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KVXf0pQEyxk

https://www.youtube.com/watch?v=H7ZbPGwOVYc

https://www.youtube.com/watch?v=ckdSBd3TtBI
 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore