alexametrics

PDIP Kerahkan 10 Ribu Kader untuk Hadapi Pilwali Surabaya

Kaderisasi PDIP Ditarget Selesai Maret
12 Februari 2020, 18:59:48 WIB

JawaPos.com – Persiapan PDIP menghadapi pemilihan wali kota (pilwali) terus dimatangkan. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu sedang mempersiapkan mesin politik di tingkat RT/RW. Total ada 7.025 kader yang akan disebar di seluruh penjuru Kota Pahlawan.

Sejatinya, mesin partai berlambang banteng moncong putih itu masih lebih banyak. Di tingkat kelurahan saja, ada 1.386 pengurus yang sudah terbentuk. Untuk tingkat PAC (pengurus anak cabang), ada 341 pengurus yang siap bertarung. Jadi, total pengurus yang akan dipersiapkan menghadapi pilwali dari tingkat PAC hingga anak ranting mencapai 8.752 orang.

Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Achmad Hidayat mengklaim jumlah mesin politik yang disiapkan sejatinya lebih dari itu. Dia menyebut ada lebih dari 10 ribu kader dan anggota yang sudah digembleng untuk bertarung memenangkan calon yang direkomendasi nanti. ”Itu belum di tingkat DPC dan organ sayapnya,” katanya.

Achmad mengatakan, semua mesin partai disiapkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, kata dia, PDIP sudah memiliki suara paten dalam setiap pemilihan kepala daerah (pilkada). Jumlahnya lebih dari 400 ribu suara.

Jumlah itu sangat mungkin bertambah. Sebab, PDIP bertekad mempertahankan kepemimpinan yang sudah diraih selama 17 tahun terakhir. Mulai era Wali Kota Bambang D.H. sampai Tri Rismaharini.

Karena itu, Achmad menyatakan, konsolidasi kepada seluruh kader dan anggota terus dilakukan secara bertahap. Dari kampung ke kampung sampai ke tiap-tiap kecamatan. ”Itu instruksi dari pimpinan bahwa kepemimpinan yang sudah dibangun selama ini harus dipertahankan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Adi Sutarwiijono mengatakan, proses kaderisasi ditargetkan selesai Maret. Termasuk pembentukan struktur di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. ”Ini masih jalan terus,” katanya.

Pria yang akrab disapa Awi itu menuturkan, saat ini seluruh pengurus diminta turun ke setiap kampung untuk memperkuat soliditas internal. Khususnya wilayah yang secara basis massa dianggap masih lemah.

Dari 31 kecamatan, memang masih ada beberapa wilayah yang perolehan suaranya belum maksimal. Sebab, wilayah tersebut dianggap sebagai basis lawan. Nah, wilayah itulah yang menjadi salah satu fokus kaderisasi dan konsolidasi.

Awi mengakui, dinamika politik saat ini masih sangat cair. Segala hal sangat mungkin terjadi. Namun, PDIP tetap pada pendirian awal. Yakni, mengusung calon sendiri tanpa koalisi.

Ketua DPRD Surabaya itu menilai kader dan anggotanya masih sangat militan dan teruji. Hal itu terbukti dari beberapa kali pilkada yang dilewati sebelumnya. PDIP selalu ”dikeroyok” oleh gabungan partai politik (parpol) lain. ”Kita tidak ingin jemawa. Tapi faktanya, PDIP selalu menang,” ucapnya.

Karena itu, sambil menunggu rekomendasi dari pusat, pengurus di tingkat DPC terus melakukan penguatan internal. ”Pokoknya, ini terus keliling sampai nanti rekomendasi turun. Dipastikan PDIP solid mendukung dan memperjuangkan siapa pun yang direkomendasi oleh DPP nanti,” jelasnya. 

Perkiraan Konstelasi ke Depan:

Koalisi Parpol Pengusung Machfud Arifin (didukung lebih dari lima parpol)

– Kans: sudah pasti punya tiket

– Kekuatan: Koalisi gabungan bisa membuat kekuatan karena merangkul banyak elemen

– Kelemahan: Jika tak tertata baik, kekuatan gabungan malah justru terkotak-kotak dan terpecah

PDIP

– Kans: sudah memastikan punya tiket dengan 15 kursi

– Kekuatan: Secara tradisional, mesin politik PDIP di Surabaya mesin politik dengan massa riil dan terbaik

– Kelemahan: Penentuan calon kerap di saat-saat terakhir. Sehingga, persiapan pemenangan jadi kelabakan

Calon Independen

– Kans: Kemungkinan masih 50:50

– Kekuatan: Tidak bergantung parpol. Dan, jika ada calon yang bisa maju, sudah punya tabungan lebih dari 100 ribu suara.

– Kelemahan: Mesin gampang terberai dan political cost sangat besar.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c6/ano


Close Ads