
VIRAL: Keterangan korban yang membeberkan kejadian itu melalui medsos. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Penyidik Polrestabes Surabaya akan memeriksa dua terduga korban dalam kasus dugaan tindak pidana asusila dengan modus fetish kain jarik. Dua orang itu sementara yang bisa dihubungi penyidik. Mereka juga sudah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya ke polisi.
”Kami masih kumpulkan keterangan dari saksi. Sementara baru dua orang,” kata Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono. Selain itu, penyidik menelusuri terduga korban-korban lain dari terlapor Gilang melalui media sosial.
Berdasar penelusurannya, banyak akun medsos yang mengaku pernah berinteraksi dengan Gilang yang berstatus mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut.
Namun, tidak mudah bagi penyidik mendapatkan keterangan dari mereka. Sebagian terduga korban rata-rata bersaksi melalui media sosial dengan menggunakan akun anonim. Ada pula yang pengalamannya disampaikan koleganya. Mereka belum berani membuka diri karena memang kasus tersebut cukup sensitif. ”Kami sudah kirim DM (direct message) satu-satu ke mereka,” katanya.
Dua unit dari Satreskrim Polrestabes Surabaya dilibatkan untuk mengusut kasus tersebut. Selain resmob, unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) juga mengusut kasus tersebut. Meskipun terduga korban rata-rata laki-laki. Kanit PPA Iptu Fauzy Pratama enggan membeberkan pengusutannya. ”Sabar ya. Masih kami dalami. Biar info dari kami valid,” katanya.
Selain itu, penyidik dari Polda Jatim juga turut mengusut kasus tersebut. Berbeda dengan polrestabes, polda berfokus untuk mencari terlapor berinisial Gilang. Hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Akun medsosnya sudah lama tidak diaktifkan.
Subdit V Cyber Crime Polda Jatim AKBP Catur Cahyono Wibowo mengungkapkan, Polda Jatim sebatas membantu pencarian pelaku. Caranya, melacak jejak digital terduga. Dia menyebutkan, itu merupakan penanganan Polrestabes Surabaya.
Sebab, dari kesimpulan sementara, pelaku sudah tidak berada di Surabaya ketika konten pembahasannya menyebar viral ke media sosial. Nah, tim berkomunikasi dengan polrestabes untuk bekerja sama mencari pelaku. ”Kami lakukan pengejaran dengan melacak jejak digital. Meski sudah dihapus beberapa kontennya di Instagram dan Twitter, kami punya alat tersendiri untuk melacaknya,” katanya.
Dia menyatakan, dalam kasus tersebut, GL selaku terduga pelaku sudah melakukan tindak pidana pornografi. Namun, dia belum bisa memastikan secara terperinci pasal untuk menjeratnya. Sebab, perlu ada motif dan bukti lain terkait tindakan terduga pelaku itu.
Dugaan pelecehan seksual dengan modus fetish kain jarik itu mulai terungkap sejak salah satu terduga korban menceritakan pengalamannya dalam sebuah thread di Twitter. Setelah empat hari diunggah, thread tersebut viral dan dibagikan hingga 120 ribu kali.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
