
Petugas kepolisian menangkap sejumlah demonstran yang diduga melakukan tindakan kerusuhan dalam aksi #Indonesia Sekarat di depan Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebanyak 13 demonstran yang ditangkap polisi setelah aksi #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat (26/6) berujung ricuh, kini sudah dibebaskan.
Tim Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, Zaldi Maulana mengatakan total ada 24 demonstran yang diamankan dalam aksi Jumat kemarin.
Saat ini, 13 demonstran yang dibebaskan berstatus sebagai saksi. "Semua (demonstran) yang bebas itu statusnya sebagai saksi. Dan mereka wajib lapor setiap Senin dan Kamis," ujarnya kepada awak media, Minggu (18/6).
Kewajiban lapor tersebut dilakukan seperti absensi kepada penyidik yang menangani masing-masing demonstran. Zaldi mengatakan bahwa salah satu dari 13 demonstran yang kini bebas adalah perempuan.
KontraS Surabaya bersama Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya akan terus mendampingi demonstran aksi #IndonesiaSekarat yang masih berada di dalam Mapolrestabes Surabaya.
"Kami akan terus mendampingi sampai semua massa aksi dibebaskan. Terkait dugaan kekerasan, kami hanya mendapatkan informasi bahwa mereka mendapatkan kekerasan saat penangkapan di lapangan," imbuhnya.
Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat awalnya berjalan damai. Ratusan massa yang menamakan diri dari Front Anti Kapitalisme, berorasi secara bergiliran, melakukan teatrikal dan baca puisi.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menyerukan keinginannya untuk ditemui pejabat. Teriakan "Revolusi" pun menggema dan terdengar jelas.
Tak lama dari itu, sejumlah massa melempar benda-benda di sekitar mereka, seperti botol air minum, bongkahan kayu, hingga kaca ke arah aparat polisi yang berada di belakang gerbang Gedung Negara Grahadi.
Di sisi lain, aparat kepolisian berupaya memberikan peringatan secara lisan melalui pengeras suara. Namun peringatan itu tidak digubris oleh pendemo. Ketegangan antara massa dan aparat pun semakin kerasa.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
