Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 21.43 WIB

Polres Gresik Sebut Mayoritas Pelaku Curanmor Terindikasi Pengguna Sabu-Sabu

Polres Gresik bersiaga dengan melakukan patroli kamtibmas berskala besar memburu pelaku curanmor. (Istimewa)  - Image

Polres Gresik bersiaga dengan melakukan patroli kamtibmas berskala besar memburu pelaku curanmor. (Istimewa) 

JawaPos.com - Maraknya aksi curanmor di wilayah hukum Kota Pudak membuat jajaran Polres Gresik terus bersiaga. Sepanjang libur panjang, Korps Bhayangkara melakukan patroli Kamtibmas berskala besar. Termasuk memburu pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Setidaknya dalam sepekan terakhir, Polres Gresik mengembalikan motor Suzuki Shogun W 2593 MU milik Mukhamad Khamim, Honda Scoopy hitam L 6838 CAF milik Andy Sebastian Zaini, serta Honda Scoopy W 2669 CO milik Muhammad Ilyas. Seluruhnya sempat menjadi korban curanmor di beberapa wilayah.

Kasatsamapta Polres Gresik AKP Satriyono menjelaskan, patroli yang dilakukan mengerahkan 30 personel. Tim bergerak terpisah dengan menyusuri kawasan rawan terjadi kejahatan 3C (curat,curas,dan curanmor).

"Mulai kawasan perkotaan maupun perumahan. Terutama yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten lain," ujar Satriyono.

Menurut dia, penyebab potensi kejahatan bukan hanya niat dari pelaku. Melainkan kelengahan korban yang teledor dengan barang pribadi. "Mengundang niat pelaku menjalankan aksinya," jelas Satriyono.

Mantan KBO Satlantas Polrestabes Surabaya itu menyebut bahwa operasi digelar untuk meminimalisir potensi gesekan. Pasalnya, terdapat sejumlah perguruan silat yang menggelar kegiatan pada akhir pekan lalu. "Kami juga imbau beberapa perguruan agar sama-sama menjaga kondusivitas Kamtibmas," pesan Satriyono.

Terpisah, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan memburu sejumlah DPO sindikat curanmor. Salah satunya pria asal Kota Surabaya berinisial S. Hal tersebut merupakan hasil pengembangan pasca mengamankan Moch. Sodikin alias Zazuli pada Jumat (15/5).

"Baik tersangka maupun DPO merupakan residivis. Setidaknya sudah tiga kali keluar masuk penjara," ujar Andi Muh Asyraf Gunawan.

Hasil penyelidikan, keduanya sudah beraksi disejumlah TKP. Mulai dari Kota Surabaya, Gresik, hingga Sidoarjo. Mereka merupakan sindikat curanmor yang memiliki jaringan penadah di wilayah Madura.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore