
Kunjungan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Duta Besar RRT Wang Lutong ke Bina Bangsa School Malang disambut para siswa di pintu masuk di pontu masuk sekolah pada Kamis (9/4). (Istimewa).
JawaPos.com - Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Lutong berkesempatan berkunjung ke Bina Bangsa School Malang. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari para siswa di pintu masuk langsung membuat senyum Duta Besar RRT Wang Lutong merekah.
Nyanyian, tari tradisional Tiongkok, permainan guzheng, orkestra, hingga karya seni para siswa menjadi bukti kehadiran Wang Lutong dan Counselor Economic and Commercial Kedutaan Besar RRT Wu Zhiwei begitu dinanti. Lambaian bendera merah putih dan bendera Tiongkok di sepanjang selasar juga menjadi perlambang sederhana namun mendalam tentang persahabatan dua bangsa.
Founder & President Director of Bina Bangsa School Surya Putra Subandi menyambut langsung Wang Lutong. Ia menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan itu. Bagi sekolah yang didirikan pada 2001 itu, kehadiran Kedutaan RRT adalah sebuah hak istimewa sekaligus dukungan nyata terhadap komitmen sekolah dalam memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai budaya.
“Tiongkok telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan kami dan bagi ekonomi global,” ujarnya.
Kehadiran rombongan Kedutaan Besar RRT itu, dikatakan Surya, juga merupakan hasil dari penghargaan yang kerap disabet BBS. Secara konsisten, BBS meraih penghargaan bergengsi Outstanding Cambridge Learner Awards (OCLA) di Indonesia. Termasuk kategori Top in Indonesia dan High Achievement untuk Cambridge IGCSE, AS, dan A Level.
Dalam kunjungannya, Duta Besar RRT Wang Lutong menyempatkan bermain dengan siswa Bina Bangsa School Malang. (Istimewa).
Sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge itu juga mendapatkan pengakuan sebagai salah satu Apple Distinguished School di Indonesia. Beragam penghargaan itu menjadikan BBS sebagai atensi mancanegara. “Bahkan, sebelumnya, Duta Besar Inggris juga sempat bertandang dua kali ke BBS. Kunjungan tersebut untuk menjawab rasa penasaran banyak pihak tentang sistem pembelajaran yang diterapkan di BBS ini,” tutur Surya.
Dalam kunjungannya Wang Lutong dan Wu Zhiwei juga didampingi Sekretaris Wang Hong. Wang Lutong mengatakan bahwa ia sangat terkesan. Ia mengaku sangat tersentuh melihat sambutan dan bakat yang dimiliki para siswa. “Melihat bakat seni hingga karya-karya hasil penelitian para siswa, saya merasa kami harus lebih sering berkunjung ke sini. Saya memastikan bahwa Kedutaan RRT akan memberikan dukungan lebih besar lagi bagi BBS,” ungkapnya tulus.
Wang Lutong juga membawa kabar baik mengenai penguatan kerja sama di masa depan. Ia berkomitmen untuk mengupayakan pelatihan lanjutan bagi guru-guru bahasa Mandarin. Ia juga bakal memperjuangkan lebih banyak peluang beasiswa ke Tiongkok bagi siswa-siswa BBS. Baginya, pendidikan adalah investasi terbaik untuk menjaga hubungan baik kedua negara di masa depan.
Dalam perspektif global, Wang Lutong menjelaskan bahwa bahasa Mandarin kini telah dipelajari lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia. “Saya berharap siswa BBS tidak hanya mahir berbahasa, tetapi juga menjadi duta bangsa yang mampu menjembatani komunikasi antara Indonesia, Tiongkok, dan dunia Barat,” ungkapnya.
Saat mengunjungi sekolah Bina Bangsa School di Malang, Duber RRT Wang Lutong menyempatkan melihat aktivitas siswa siswa, diantaranya kelas ekstrakulikuler musik. (Istimewa).
Kunjungan diakhiri dengan harapan besar dari Kedutaan Besar RRT. Dengan sinergi yang kian erat antara Bina Bangsa School dan Tiongkok, jembatan pendidikan yang dibangun diharapkan melahirkan generasi muda yang inovatif, berwawasan luas, dan siap memimpin di panggung internasional. Sembari tetap memegang teguh akar budaya mereka.
Terus Bertransformasi Sebagai Sekolah Global
Di momen kunjungan itu, Surya juga sempat menceritakan perjalanannya dalam membangun BBS. Bukan hal mudah, namun keinginan untuk membawa pendidikan terbaik bagi anak bangsa membuatnya mampu terus melangkah. Ia memaparkan perjalanan BBS yang bermula dari hanya 50 siswa kini melesat menjadi lebih dari 4.000 siswa di enam kampus dalam waktu 25 tahun.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
