
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan
JawaPos.com – DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan transformasi sistem penerangan jalan umum (PJU) melalui penerapan smart lighting berbasis digital. Langkah ini dinilai krusial seiring rencana penambahan 10.000 titik PJU baru pada 2026.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa pengelolaan PJU ke depan tidak cukup hanya berfokus pada penambahan jumlah titik, melainkan juga harus disertai sistem pemantauan yang modern dan terintegrasi. Dengan sistem digital berbasis Internet of Things (IoT), lampu yang padam dapat terdeteksi secara real time tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.
“Ke depan tidak boleh lagi menunggu laporan masyarakat. Harus ada sistem yang bisa memantau secara langsung, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” ujar Eri, Kamis (26/3/2026).
Rencana penambahan 10.000 titik pada 2026 meningkat signifikan dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 6.022 titik, di luar kegiatan pemeliharaan dan penggantian lampu rusak. Hingga Februari 2026, jumlah total PJU di Surabaya tercatat sebanyak 123.814 titik.
Menurut Eri, penambahan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus menekan potensi kriminalitas pada malam hari. Namun, ia menilai peningkatan kuantitas harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan.
“Tidak cukup hanya menambah titik baru, tapi juga memastikan semua bisa dipantau dengan sistem yang andal,” tegasnya.
DPRD juga menyoroti kebutuhan penerangan di kawasan permukiman, terutama gang-gang sempit dengan lebar di bawah dua meter yang belum sepenuhnya terjangkau PJU. Di sejumlah wilayah seperti Mulyorejo dan Sukolilo, masih ditemukan penerangan swadaya warga yang belum terintegrasi dengan sistem kota.
Baca Juga:Dorong Pelaku UMKM Go Digital, DPRD Surabaya: Kalau Tidak Mengikuti Perkembangan, Bakal Kalah Saing
“Kami akan mengawal agar ini berjalan optimal, karena sumber dananya adalah uang rakyat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Selain pengembangan sistem digital, peningkatan kualitas pemeliharaan menjadi perhatian serius. Eri mencontohkan kasus lampu padam di underpass Mayjen Sungkono yang sempat membahayakan pengguna jalan, meski telah ditangani cepat oleh Dinas Perhubungan.
Ia menilai, penguatan tim respons cepat perlu dilakukan, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia. Saat ini, pengelolaan PJU di Surabaya dibagi dalam tujuh rayon yang mencakup kawasan timur, barat, utara, selatan, dan pusat kota. Dengan penguatan sistem dan SDM, tim diharapkan dapat siaga 24 jam, khususnya di jalur utama, underpass, serta kawasan rawan kecelakaan dan kriminalitas.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
