
Potret kemacetan lalu lintas di Jalan Pandegiling pada malam Natal 2025, Rabu (24/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Malam Natal di Surabaya diwarnai kemacetan parah. Sejumlah ruas jalan utama di pusat kota mengalami lumpuh total akibat aksi buruh di Jalan Basuki Rahmat pada Rabu (24/12).
Dari pantauan JawaPos.com, kemacetan melanda sejumlah ruas jalan utama di Surabaya, meliputi Jalan Diponegoro, Basuki Rahmat, Kartini, Pandegiling, Darmo, hingga Urip Sumoharjo.
Kemacetan diperkirakan membentang sepanjang 3 hingga 5 kilometer. Antrean kendaraan mengular di sejumlah ruas jalan utama, membuat arus lalu lintas tersendat bahkan nyaris tak bergerak.
Kondisi lalu lintas kian parah di berbagai persimpangan. Kendaraan roda dua dan roda empat saling berhimpitan, sementara petugas kepolisian yang berjaga berupaya mengurai kemamacetan.
Seorang warga asal Kecamatan Sukolilo, Miftachur Rohmah, 24 tahun, mengaku terjebak macet saat perjalanan dari rumahnya menuju kawasan Gubeng pada Rabu malam (24/12) sekitar pukul 18.30 WIB.
"Tadi itu di Sukolilonya nggak macet, sampai depan Hotel Sahid (Jalan Sumatera) macet parah. Geraknya dikit-dikit. Biasanya saya cuma 30 menit, tapi tadi itu sampai sejam lebih," tuturnya kepada JawaPos.com.
Keluhan serupa dialami oleh Jessica Laurent, warga Kecamatan Genteng. Sekitar pukul 7 malam, ia dari rumah temannya di Dukuh Kupang, hendak pergi ke pusat perbelanjaan di Kawasan Gubeng.
"Masuk Jalan Diponegoro itu sudah agak ramai, terus belok kan ke arah Jalan Kartini dan Imam Bonjol, itu di sana benar-benar nggak bisa gerak sama sekali. Lama sekali, ada 30 menit lebih baru masuk Jalan Pandegiling," ucap Jessica.
Perempuan 25 tahun tersebut mengaku biasanya hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk perjalanan dari rumah temannya ke kawasan Gubeng, tetapi malam ini sampai hampir 2 jam.
Sebagai informasi, ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 110, Surabaya, Rabu (24/12).
Mereka memprotes penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang dinilai jauh dari harapan para pekerja, yakni Rp 2.446.880,68. Angka tersebut hanya naik 6,11 persen dari upah tahun sebelumnya (2025) yakni Rp 2.305.985
Sebelum berorasi di depan Kantor Gubernur yang menjadi titik aksi, para buruh hingga Rabu Sore sempat berhenti di perempatan antara Jalan Pandegiling - Jalan Raya Darmo - Jalan Urip Sumoharjo.
Aksi tersebut memicu kemacetan parah di sejumlah ruas utama Surabaya Pusat hingga malam hari. Kemacetan makin diperburuk karena bertepatan dengan malam Natal saat mobilitas masyarakat meningkat. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
