
Ilustrasi bunuh diri. (Antara)
JawaPos.com - Tak ada yang mengira, seorang pemuda yang duduk termenung di pinggir jembatan Jalan Soekarno - Hatta (Soehat), Kota Malang, malam itu, akan nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Ia adalah NFR, 25 tahun, warga Lowokwaru, Kota Malang. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta mengatakan bahwa korban merupakan mahasiswa salah satu kampus negeri di Kota Malang.
Sebelum nekat melompat dari Jembatan Soehat pada Jumat malam (28/11), NFR terlihat duduk di pagar jembatan, sambil memegang sebotol air minum. Gerak-geriknya tak membuat pengendara yang melintas curiga.
Apalagi arus lalu lintas di sekitar Jembatan Soehat saat itu tengah ramai. Namun siapa sangka, korban tiba-tiba beranjak dan menjatuhkan diri ke bawah Jembatan Suhat. NFR dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Dugaan bunuh diri menguat setelah korban diketahui mengirim surat wasiat kepada adik kandungnya, KAA (18), sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak itu, sang adik mengaku tak lagi bisa menghubungi korban.
”Dalam surat itu, korban meminta maaf karena sudah bersikap egois dan merepotkan karena skripsinya tidak kunjung selesai," tutur Kompol Anang, Minggu (30/11).
Berikut isi wasiat yang ditulis korban untuk sang adik:
Lif, aku mau minta maaf kalo selama ini aku nggak bisa jadi kakak yang baik. Dengan sikapku yang selama ini egois dan pemalas yang ngerepotin atau bikin kamu sakit hati. Aku juga mau berterima kasih karna selama ini sering diingetin sampe dibantuin segala macem.
Kamu bisa ngeliat sendiri sifat dan kebiasaanku gimana. Mulai dari yang pemalas, ansos, suka nunda emosian, suka ngotot kalo dinasehatin dan banyak lagi. Intinya kamu udah ngeliat dengan sikapku yg kaya begitu ujungnya kayak ya begini, sampe skripsi molor bertahun-tahun, nggak selesai-selesai.
Aku juga mau ngingetin buat terus diseriusin belajar disekolah maupun kuliah nanti. Dan hati-hati apa yang kamu konsumsi di sosial media dan internet, pelan-pelan itu akan mengubahmu, sama juga dengan lingkungan pertemananmu.
Dan terakhir jangan lupa ibadahnya dijaga. Itu bisa menjagamu dengan cara tidak terduga.bI guess that's it dari aku, aku minta tolong jagain mama, maaf aku nggak bisa bantu dan malah nyusahin
Love, kakakmu.
Menurut batas akhir masa kuliah, korban terancam di drop out kalau tidak bisa menyelesaikan skripsinya di semester ini. Dugaan sementara, kecemasan itu menjadi pemicu bagi korban untuk mengakhiri hidupnya.
”Berdasarkan keterangan adik korban, kemungkinan korban stres karena tahun ini jadi kesempatan terakhirnya menyelesaikan kuliah. (Kalau tahun ini skripsi tidak selesai, korban terancam drop out)," tukas Kompol Anang
CATATAN: Artikel ini tidak dimaksudkan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau kerabat memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi tenaga profesional atau layanan kesehatan terdekat. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
