Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, saat mengunjungi Ponpes Al Khoziny. (Novia herawaati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tragedi bangunan ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo mandapat perhatian khusus dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto.
Usai tragedi yang menelan lebih dari 50 korban jiwa, Irjen Pol Nanang memerintahkan seluruh jajaran Polda Jatim untuk mendata dan memeriksa secara menyeluruh kondisi bangunan pondok pesantren di wilayahnya.
"Karena saya juga membaca dari sekian puluh ribu, ternyata hanya 50 (ponpes) yang ber IMB, tentu kami prihatin. Marilah kita ber sama-sama memperbaiki hal-hal yang seperti ini supaya tidak berulang lagi," ujarnya, Kamis (9/10).
Kapolda Nanang menegaskan bahwa pembangunan gedung, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan, seperti pondok pesantren, harus melalui perencanaan dan pengawasan yang matang. Harus memenuhi standar konstruksi bangunan yang layak.
"Karena bagaimanapun juga kasihan anak-anak kita yang melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini terancam. Kita tidak tahu kapan terjadinya suatu bencana. Itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," imbuhnya.
Bagi Nanang, keselamatan santri menjadi prioritas. Oleh karenanya, Polda Jatim akan melakukan pendataan ulang seluruh bangunan ponpes dengan melibatkan pemerintah daerah, Satpol PP, dan tim ahli konstruksi.
“Bersama pemerintah daerah dan tim ahli untuk melakukan penilaian risiko terhadap kelayakan bangunan. Jika ditemukan gedung yang tidak layak, maka akan dilakukan perbaikan atau penutupan sementara,” terang Nanang.
Selain aspek teknis, Kapolda Jatim juga menegaskan komitmen dalam penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang lalai dalam proses pembangunan hingga menimbulkan korban jiwa.
"Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Nanang.
Baca Juga: Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Pasca Tragedi Musala Ambruk
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 40 berhasil teridentifikasi.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
