Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 23.24 WIB

Pemasangan Atap yang Tepat Jadi Kunci Keselamatan Hunian, Surabaya Gelar Pelatihan Teknis

Pelatihan pemasangan atap sesuai standar dilakukan di Surabaya. (Istimewa) - Image

Pelatihan pemasangan atap sesuai standar dilakukan di Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com-Atap rumah sering kali dianggap sekadar pelindung dari panas dan hujan. Padahal kesalahan dalam proses pemasangannya bisa berakibat fatal. Mulai dari kebocoran, kerusakan struktur, hingga ancaman keselamatan penghuni dan pekerja. 

Menyadari pentingnya hal ini, Pemerintah Kota Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan industri konstruksi mengadakan pelatihan teknis pemasangan atap berbahan UPVC pada 12–14 Agustus 2025.

Pelatihan berlangsung di Fakultas Vokasi Teknik Infrastruktur Sipil ITS, diikuti 64 anggota Satgas DPRKPP Surabaya. Mereka mendapat pembekalan lengkap tentang karakteristik material, standar pemasangan sesuai SKKNI, hingga praktik langsung teknik yang benar di lapangan.

Kenapa Pemasangan Atap Begitu Penting?

Menurut Ir. Akhmad Yusuf Zuhdy, Kepala Laboratorium Manajemen dan Pelaksanaan Konstruksi ITS, pemasangan atap bukan hanya soal menutup bangunan, tetapi juga soal keselamatan dan kualitas hidup penghuni. 

“Jika atap tidak dipasang dengan standar, risiko yang muncul bisa berlapis, mulai dari kebocoran air, kerusakan struktur, hingga potensi roboh saat cuaca ekstrem. Karena itu, teknisi harus memahami standar teknis dan keselamatan kerja secara menyeluruh,” jelas Akhmad Yusuf Zuhdy.

Kondisi ini relevan dengan banyak kasus di Indonesia. Bangunan rumah sederhana kerap mengalami masalah berulang karena pemasangan atap yang asal-asalan. Padahal, hunian yang aman dan nyaman sangat ditentukan detail konstruksi kecil seperti jarak baut, kekuatan sambungan, hingga pemilihan material.

Ketua Tim Kerja Bidang PKP DPRKPP Surabaya Ismet Jumeidy Papeo menegaskan, pelatihan ini menjadi sarana peningkatan kompetensi teknisi lapangan sekaligus memperkuat kualitas hunian warga. 

“Kami ingin memastikan setiap rumah di Surabaya memiliki standar konstruksi yang aman dan berkelanjutan. Atap adalah bagian penting, dan kesalahan pemasangan bisa menurunkan kualitas hunian secara keseluruhan,” kata Ismet Jumeidy Papeo.

Sementara itu, Kepala Bidang DPRKPP Deisy Puspitarini menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi kota yang menekankan gotong royong lintas pihak. 

“Satgas kami perlu punya keterampilan teknis yang terukur. Dengan dukungan kampus dan industri, kami berharap ada dampak langsung pada kualitas pekerjaan di lapangan,” ujar Deisy Puspitarini.

Pengalaman Surabaya ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan, kualitas sering kali terabaikan. 

Padahal, edukasi teknis dan penerapan standar nasional adalah langkah kunci untuk mencegah kerusakan dini, mengurangi biaya perawatan, serta melindungi keselamatan penghuni rumah.

Praktisi menilai, banyak pekerja bangunan masih mengandalkan pengalaman tanpa pengetahuan teknis memadai. Padahal, detail pemasangan yang terlewat dapat menimbulkan risiko serius. 

Pelatihan berstandar SKKNI seperti di Surabaya ini diharapkan bisa melahirkan teknisi yang tidak hanya terampil, tapi juga peduli keselamatan dan kualitas hunian.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore