Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 13.02 WIB

Bukan Hanya Sebabkan Macet, Pengamat Sebut Parkir Tepi Jalan juga Bikin Biaya Transportasi Bengkak

Ilustrasi parkir tepi jalan umum di Jalan Tunjungan. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi parkir tepi jalan umum di Jalan Tunjungan. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kemacetan di Jalan Tunjungan kembali dikeluhkan masyarakat Surabaya. Penyebabnya klasik: kendaraan sepeda motor dan mobil yang parkir di tepi jalan umum (TJU) membuat arus lalu lintas tersendat.

Pengamat transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Anak Agung Gde Kartika mengatakan persoalan ini tak bisa dibiarkan. Surabaya butuh tata kelola parkir yang lebih tertib dan modern. 

“Secara teknis, slot parkir tepi jalan mengurangi kapasitas jalan dan menimbulkan hambatan sementara terhadap arus lalu lintas. Ini berdampak langsung pada kemacetan, terutama pada jalan sempit" tutur Agung, Senin (14/7). 

Belum cukup dengan banyaknya kendaraan yang memakan bahu jalan, ada praktik parkir liar yang juga membuat warga gerah. Menurutnya, parkir liar ini tak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga menggerogoti PAD Kota Surabaya.

Dari aspek ekonomi transportasi, parkir TJU juga meningkatkan biaya operasional kendaraan dan potensi kecelakaan. Karena itu, Agung mendorong Pemkot Surabaya untuk menyiapkan lokasi parkir yang lebih representatif.

"Seperti gedung parkir atau area parkir khusus. Pemkot Surabaya juga perlu melakukan tinjauan pengawasan dan teknologi untuk parkir TJU, seperti pembayaran parkir secara online," tambahnya.

Agung juga mengusulkan untuk memasang sensor di setiap satuan ruang parkir (SRP) atau menggunakan teknologi image processing, serta membuat model matematis dengan penerapan tarif parkir progresif.

"Dari segi aspek finansial, pelarangan parkir tepi jalan, dan membangun fasilitas gedung khusus parkir dapat menjadi alternatif investasi, terutama di kawasan yang terdapat parkir TJU. Ini semua bisa diwujudkan asal didukung dengan kebijakan tarif yang jelas," ujar Agung. 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan tata ulang parkir di Jalan Tunjungan, serta menyediakan kantong-kantong parkir resmi di sekitar kawasan. 

"Sehingga meminimalisir gangguan lalu lintas. Kemarin setelah kita cek, sudah punya kantong parkir di sana. Sehingga ini kita sosialisasikan, kita akan jaga," tutur Eri Cahyadi kepada awak media baru-baru ini. 

Instruksi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Dishub Kota Surabaya. Melalui akun media sosial Instagram, mereka memberikan pengumuman bahwa parkir TJU di Jalan Tunjungan ditata ulang mulai Rabu (15/7). 

"Woro-woro warga Surabaya. Mulai 15-31 Juli 2025, akan dilakukan perawatan di sepanjang Jalan Tunjungan," tulis akun Instagram @dishubsurabaya dalam caption unggahan terbarunya, dikutip Selasa (15/7).

Penataaan akan dimulai pukul 16.00 WIB-selesai. Selama kegiatan, warga yang ingin berkunjung ke Jalan Tunjungan dapat parkir di titik-titik yang disediakan, di antaranya UPTSA Siola.

Kemudian di TEC (Tunjungan Electronic Center), Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, Jalan Kenari, Eks Kantor BPN, dan Halaman Pasar Tunjungan. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore