Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi (tengah) menerima salah satu dari delapan penghargaan yang diberikan Kakorlantas Polri dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas Tahun 2025. (Polda Jatim)
JawaPos.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur meraih delapan penghargaan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lantas Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Jakarta pada Jumat (13/6).
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Ditlantas Polda Jatim dalam memaksimalkan sistem digital penegakan hukum lalu lintas, termasuk tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta penanganan persoalan kendaraan overdimensi dan overload (ODOL).
“Beberapa kategori yang berhasil diraih antara lain keberhasilan dalam Operasi Ketupat, pelaksanaan ETLE, penyelesaian pelanggaran lalu lintas dengan kontribusi PNBP tertinggi, hingga inisiator sertifikasi mandiri petugas penindak pelanggaran,” ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (19/6).
Selain Ditlantas, sejumlah polres jajaran Polda Jatim juga turut menerima penghargaan. Polrestabes Surabaya dinilai unggul dalam aspek kinerja dan memiliki Kasatlantas berprestasi. Polres Blitar memperoleh apresiasi dalam bidang penegakan hukum serta pengelolaan data kecelakaan IRSMS. Sementara Polres Bangkalan dinilai berhasil menangani penyidikan pelanggaran overdimensi.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya digitalisasi layanan lalu lintas dan peningkatan kualitas operasional. Menurutnya, kehadiran Polantas harus benar-benar terasa dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari operasi seperti Ketupat hingga layanan harian yang berbasis teknologi. Itu bagian dari reformasi layanan publik kita,” kata Kapolri.
Rakernis tahun ini juga menjadi momentum pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional. Kakorlantas Irjen Agus menyebut, angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi. Data tahun 2024 mencatat lebih dari 26 ribu jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
“Ini bukan sekadar angka, ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus kita sikapi serius. Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab kolektif,” tegas Irjen Agus.
Ia juga menyoroti fenomena ODOL yang masih marak di jalan raya. Dari total sekitar 32 ribu kendaraan yang terdata, lebih dari separuhnya diketahui mengalami kelebihan muatan atau ukuran. Tahun ini, penegakan hukum akan ditingkatkan, namun tetap didahului dengan pendekatan persuasif dan edukatif.
Dengan raihan delapan penghargaan tersebut, Polda Jatim dinilai sebagai salah satu satuan kerja yang konsisten berinovasi dan memperkuat budaya tertib lalu lintas berbasis teknologi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
