
Perwakilan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) memberikan pernyataan terhadap kebijakan penertiban jukir minimarket di Surabaya. (Instagram @aslisuroboyo)
JawaPos.com - Video pernyataan sikap Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menertibkan juru parkir liar di minimarket, mendadak viral di media sosial. Video berdurasi satu menit itu diunggah ulang (repost) oleh banyak akun media sosial.
Salah satunya akun Instagram @aslisuroboyo. Tak sampai 24 jam, video pernyataan FSMI telah ditonton lebih dari 759 ribu kali. "Sektasan iki (baru saja ini) video pernyataan sikap dari FSMI terkait penertiban jukir di minimarket Surabaya, bagaimana komentar kamu rek," tulis akun Instagram yang memiliki 1,4 juta pengikut ini di caption, Jumat (13/6).
Namun, alih-alih mendapat simpati, FSMI justru dirujak warganet. Belasan ribu komentar muncul, warganet mempertanyakan alasan FSMI ikut campur urusan pemerintah daerah lain, seperti Surabaya.
"Loh, gimana konsepnya ini, Pemerintah Surabaya ngatur Surabaya ya wajah, lah sampean (Forum Solidaritas Madura Indonesia) ngatur sohibul wilayah," tulis akun Instagram @fahmi***.
"Lah ini Surabaya, bukan Madura, kalau mau protes ya di daerah kamu sendiri kawan, Surabaya bersih parkir," timpal warganet lain di kolom komentar unggahan yang sama.
Tidak sedikit warganet yang menuliskan komentar menohok. "Dua kata lucu, melumpuhkan Surabaya," tulis akun Instagram @pia*** sedikit menyindir.
Yang lain, "Lah kamu siapa? bukan siapa-siapa kok ngatur Surabaya. Kalau gak suka ya pulang saja ke daerah kamu," tulis akun Instagram @non***.
Sebelumnya, Forum Solidaritas Madura memberikan pernyataan sikap kepada Pemkot Surabaya atas kegaduhan yang terjadi, setelah penertiban juru parkir di minimarket.
"Permasalahan ini sangat membuat gaduh kota Surabaya, dengan viralnya video-video di masyarakat terkait masalah Jukir Liar lah, yang disebut Preman lah, terkait masalah UMKM yang ada di kota Surabaya lah," tutur koordinator aksi, Baihaki Akbar dalam video tersebut.
Atas hal ini, Forum Solidaritas Madura Indonesia berencana menggelar aksi demo besar-besaran selama lima hari berturut-turut di Balai Kota Surabaya dan kediaman Wali Kota Eri Cahyadi, Senin-Jumat (16-20/6).
"Jangan hanya menggunakan statement Surabaya gaduh. Yang membuat gaduh adalah pemerintah kota Surabaya. Maka dengan ini, kami pastikan akan melumpuhkan Kota Surabaya. Camkan Itu! Salam settong dhere!" seru Baihaki Akbar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
