
UNJUK GIGI: Para siswa memainkan pementasan wayang kulit dalam pembelajaran tatap muka Jurusan Pedalangan di SMKN 12 Surabaya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com-Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Surabaya selalu menjadi ajang persaingan ketat bagi calon siswa. Ribuan pendaftar berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat di sekolah unggulan, seperti SMKN 1 Surabaya dan SMKN 12 Surabaya. Meskipun sama-sama sekolah negeri, keduanya menerapkan sistem seleksi yang berbeda dalam menentukan siswa yang diterima.
SMKN 1 Surabaya: Seleksi Ketat Berbasis Prestasi
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMKN 1 Surabaya Juli Wartono, menyatakan bahwa mekanisme SPMB tahun ini masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, jika mengacu pada sistem sebelumnya, seleksi di SMKN 1 terbagi menjadi beberapa jalur, yaitu prestasi akademik, prestasi non-akademik, afirmasi, perpindahan orang tua, dan domisili. "Biasanya, sekitar 65 persen siswa diterima melalui jalur prestasi akademik, sedangkan sisanya dari jalur lain," ujarnya, Senin (11/3).
Salah satu perubahan besar dalam sistem penerimaan tahun ini adalah dihapuskannya jalur zonasi, yang kini digantikan oleh jalur domisili. Jika sebelumnya sistem zonasi hanya mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah, kini jalur domisili lebih menekankan pada kepemilikan Kartu Keluarga (KK) yang sudah diterbitkan minimal satu tahun sebelum pendaftaran.
"Kami ingin memastikan calon siswa benar-benar berdomisili di sekitar sekolah dalam jangka waktu lama, bukan sekadar pindah alamat mendekati masa pendaftaran," tambahnya.
Dengan lebih dari 2.000 pendaftar setiap tahun dan hanya 860 kursi yang tersedia, persaingan di SMKN 1 sangat ketat. Jurusan favorit di sekolah ini antara lain Akuntansi untuk rumpun Bisnis dan Manajemen (Bismen) serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di bidang IT.
Selain jalur akademik, SMKN 1 juga membuka kesempatan bagi siswa berprestasi di bidang olahraga melalui jalur non-akademik. Bola voli menjadi cabang olahraga dengan jumlah penerimaan siswa terbanyak, diikuti oleh futsal dan basket. Keunggulan ini didukung oleh pelatih voli nasional yang membimbing para siswa.
Bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tersedia jalur afirmasi serta berbagai program beasiswa, seperti Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemkot Surabaya dan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Setiap tahun, sekitar 200–300 siswa menerima bantuan beasiswa ini.
SMKN 12 Surabaya: Prioritaskan Bakat dan Minat
Berbeda dengan SMKN 1, SMKN 12 Surabaya memiliki sistem penerimaan yang lebih fleksibel, terutama bagi calon siswa yang memiliki bakat dan minat di bidang seni dan budaya. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMKN 12 Surabaya, Fafan, menjelaskan bahwa sekolah ini membuka jalur seleksi khusus bakat dan minat sebelum SPMB reguler dimulai.
"Seleksi ini dilakukan langsung oleh sekolah dengan izin dari pemerintah provinsi. Sistem ini terpisah dari SPMB reguler yang tetap mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan Jawa Timur," jelasnya.
Pada jalur bakat dan minat, calon siswa akan diuji oleh Ketua Kompetensi Keahlian (Kakom) dari jurusan yang diminati. SMKN 12 memiliki 15 jurusan, mayoritas berkaitan dengan seni dan budaya, seperti Seni Tari, Seni Pedalangan, Seni Teater, dan Musik Daerah.
Selain itu, sekolah juga membuka jalur prestasi akademik dan non-akademik. Calon siswa yang memiliki sertifikat juara lomba, seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), bisa menggunakannya sebagai nilai tambah dalam seleksi.
Saat ini, jumlah pendaftar jalur bakat dan minat masih di bawah 100 orang, dengan pendaftaran masih berlangsung hingga akhir April. Kuota untuk jalur ini diperkirakan mencapai 50% dari total daya tampung sekolah. "Kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki passion di bidang seni, tanpa harus bergantung pada nilai akademik yang tinggi," tambahnya.
SMKN 12 juga memiliki kerja sama dengan berbagai industri seni dan budaya, sehingga lulusannya memiliki peluang besar untuk langsung bekerja di industri kreatif atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
