Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 01.15 WIB

Pasien HIV/AIDS Bisa Berobat Gratis di Puskesmas, Begini Prosedurnya

Pasien HIV/AIDS bisa berobat gratis ke Puskesmas di Surabaya. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos) - Image

Pasien HIV/AIDS bisa berobat gratis ke Puskesmas di Surabaya. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos)

 
JawaPos.com – Pasien HIV/AIDS kini bisa mendapatkan pengobatan gratis di puskesmas. Layanan ini mencakup pemeriksaan HIV, terapi antiretroviral (ARV), konsultasi, serta pendampingan pasien tanpa biaya tambahan.
 
Dokter penanggung jawab program HIV/AIDS Puskesmas Medokan Ayu, dr. Istikomah Wahyu Pribadini, menjelaskan bahwa pasien dapat menjalani pemeriksaan awal secara gratis. “Kami menyediakan rapid test dan pemeriksaan imunologi untuk mendeteksi HIV. Jika hasilnya positif, pasien akan langsung diarahkan untuk pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya di Surabaya.
 
Setiap bulannya, sekitar 15 pasien HIV/AIDS rutin menjalani terapi di Puskesmas Medokan Ayu. Ketersediaan obat ARV selalu terjamin berkat sistem stok yang memastikan pasien tidak mengalami kendala dalam mendapatkan obat.
 
 
Selain pengobatan, puskesmas juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS. Penyuluhan rutin dilakukan di sekolah, posyandu, dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini. “Kami juga menerima rujukan dari berbagai instansi, termasuk PMI,” tambah Istikomah.
 
Pasien yang ingin mendapatkan layanan ini bisa mengikuti prosedur berikut:
 
• Pendaftaran – Pasien datang ke puskesmas dan melakukan registrasi, pastikan BPJS aktif.
 
• Pemeriksaan Dokter – Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menilai kondisi pasien.
 
• Tes Laboratorium – Jika ada indikasi HIV, pasien menjalani rapid test atau pemeriksaan imunologi.
 
• Konseling – Jika hasilnya positif, pasien mendapatkan sesi konseling untuk memahami kondisi dan tahapan pengobatan.
 
• Terapi ARV – Pasien mulai menjalani terapi ARV secara gratis.
 
• Evaluasi Pengobatan – Setelah enam bulan, pasien akan menjalani pemeriksaan viral load untuk mengetahui efektivitas pengobatan.
 
 
“Pemeriksaan viral load ini ibarat rapor bagi pasien, untuk melihat apakah pengobatan yang dijalani sudah efektif atau perlu penyesuaian,” jelas Istikomah.
 
Dengan layanan ini, diharapkan semakin banyak pasien HIV/AIDS yang mendapatkan pengobatan tepat waktu tanpa terkendala biaya. Pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar layanan HIV/AIDS di puskesmas semakin optimal.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore