
BERBAHAYA: Tiga remaja mengendarai motor di kawasan JLLT yang belum dibuka untuk umum. Lokasi itu sering dijadikan tempat nongkrong remaja. Suasana yang sepi bisa memicu terjadinya tindak kejahatan.
JawaPos.com – Beberapa bulan terakhir, masyarakat Surabaya Raya diresahkan dengan berbagai tindak kriminal dan kenakalan yang melibatkan anak-anak hingga remaja. Mereka bukan lagi korban. Namun, ada juga yang terlibat menjadi pelaku utama kejahatan.
Misalnya, kasus kematian Nurdiyana yang jenazahnya ditemukan di bekas gudang peluru di Kedung Cowek. Siswa 14 tahun itu meninggal dunia karena dibunuh mantan kekasihnya, YP, dan temannya, R.
Dari pemeriksaan petugas, aksi nekat pelaku itu dipicu cemburu. Hingga kini, kasus tersebut didalami pihak berwajib. Awal tahun ini Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo juga digemparkan aksi gangster.
Mereka adalah anak-anak dan remaja yang kerap membuat rusuh. Aksi gangster itu meresahkan. Mereka juga membawa senjata tajam saat beraksi.
Informasi anak atau remaja yang hilang akhir-akhir ini juga makin marak. Kemarin (14/5) Polsek Taman Sidoarjo menerima laporan remaja bernama Revalina Dhea Puspita hilang. Kejadian itu bermula pada 5 Mei lalu. Revalina berangkat kerja pada pukul 08.00. Hingga kini, dia belum pulang.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Surabaya membuat formulasi pencegahan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya Ida Widayati menyatakan, pendekatan persuasif dipilih untuk mencegah tindak kriminal dan kenakalan remaja.
”Kami rutin menggelar kegiatan sosialisasi dinamika remaja. Itu menyasar sekolah SD, SMP, bahkan pesantren,” jelasnya, Minggu.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh menuturkan, di sekolah, guru dituntut lebih aktif mengawasi para siswanya. Kondisi fisik dan suasana hati murid harus dimengerti. Karena itu, dia selalu minta perhatian lebih bila ada siswa yang bersikap tidak seperti biasanya.
”Kami meminta guru bimbingan konseling (BK) peka terhadap siswanya. Kondisinya seperti apa, kenapa dia murung, dan lainnya,” ujarnya.
Tugas pengawasan dan pendekatan terhadap siswa juga berlaku bagi guru lain. Apa pun bidangnya. Jadi, saat ada masalah, murid bisa curhat dan tidak merasa sendirian.
Orang tua juga berperan penting membendung kenakalan remaja. Menurut Yusuf, keluarga harus meningkatkan komunikasi dengan anaknya.
”Sebab, ada tiga komponen pendidikan. Lingkungan, orang tua atau keluarga, dan sekolah. Ini harus bersinergi. Ini yang kemudian mendorong kami untuk segera diwujudkan,” paparnya.
Sementara itu, Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Haryo Widhi menjelaskan, orang hilang termasuk jenis laporan yang kerap diterima kepolisian. Baik di polsek maupun polrestabes. Namun, persentasenya tidak setinggi kehilangan barang.
”Dalam sebulan, kadang tidak ada sama sekali. Namun, bisa juga lebih dari satu,” katanya.
Haryo memastikan semua jenis laporan ditindaklanjuti. Khusus untuk orang hilang, data yang didapat biasanya langsung diinformasikan ke jajaran lain.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
