Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Desember 2022 | 19.23 WIB

Cantik-Cantik Kok Jadi Wasit Sepak Bola,,,

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tak banyak perempuan yang tertarik untuk menekuni pekerjaan sebagai wasit sepak bola. Apalagi perempuan muda. Nah, di antara yang sedikit itu ada nama Nur Shofiana Syahdila, pelajar SMAN 1 Kebomas, Gresik. Kini, gadis 16 tahun itu bergabung menjadi pengadil di lapangan hijau.

Pekan lalu, Shofi bersama sejumlah peserta lain yang mayoritas laki-laki telah mengikuti kursus kepelatihan wasit sepak bola di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik. Setelah melalui serangkaian tes, dia pun dinyatakan lulus.

Shofi memang memiliki latar belakang dari keluarga sepakbola. Selain kakak laki-lakinya seorang wasit, ayahnya merupakan pengurus Askab PSSI Gresik. Meski seorang perempuan, Shofi tetap termotivasi terjun ke dunia bola.

Selama sepekan, Shofi mendapat banyak materi. Mulai pemahaman Law of The Game (LOTG) sebagai bekal yang harus dimiliki seorang wasit. Tak hanya materi kelas. Shofi juga langsung melakukan praktek. Di antaranya, cara mengangkat bendera asisten wasit, meniup peluit, menunjuk/sikap saat pinalti, pelanggaran hingga gol.

Selain itu, fisik Shofi juga dites. Yakni, dengan lari 400 meter sebanyak enam kali. Bahkan, juga tes lari marathon dengan mengelilingi lapangan Stadion Gejos. Motivasi untuk menekuni karir perwasitan itulah yang membuat energi Shofi seolah berlipat. Kucuran keringat yang membasahi tubuhnya menjadi satu saksi akan keseriusannya.

Kepada Jawa Pos, Shofi bercerita keinginannya menjadi wasit itu terbilang tiba-tiba. Salah satunya saat mengikuti pentas sepak bolah sejagad, Piala Dunia 2022 di Qatar. ‘’Makin kepingin saat melihat Stephanie Frappart memimpin laga antara tim Kosta Rika menghadapi Jerman, di Al Bayt Stadium pada 1 Desember lalu,’’ ungkapnya.

Ketika itu, Shofi sedang menonton bersama ayahnya. Lalu, pelajar kelas XI itu bertanya kepada orang tuanya. “Ayah, saya boleh menjadi wasit sepakbola?” tanya Shofi.

Mendapat pertanyaan yang mengejutkan itu, ayah Shofi hanya tersenyum. Lalu, balik menimpali. ’’Kamu berani?’’ ucap Shofi menirukan pernyataan sang ayah. Seketika itu, menjawab dengan tegas. ’’Saya bilang berani,” katanya.

Kebetulan, karena di Stadion Gejos sedang ada kepelatihan wasit, Shofi pun langsung didaftarkan dan lulus. Kini dirinya sudah bisa memimpin laga sepakbola. “Ini masih menunggu panggilan untuk memimpin laga,” imbuhnya.

Sebetulnya, dunia sepak bola bukan barang asing di lingkungan keluara gadis yang tinggal di Trate itu. Shofi juga memiliki kakak yang juga seorang wasit. Ayahnya juga seorang pengurus Askab PSSI Gresik. ‘’Saya serius ingin menjadi wasit profesional,’’ tegasnya.

Tentu, perjalanan Shofi masih membentang panjang untuk menuju wasit nasional maupun internasional. Tapi, itulah yang menjadi impian Shofi. Untuk mengejar mimpi itu, Shofi terus menperluas wawasan dan pengetahuan tentang persebakbolaan. Selain itu, menjaga kebugaran tubuhnya. Shofi pun mengaku setiap hari rutin melakukan olahraga guna menjaga kesehatannya.

“Syaratnya memang harus begitu. Mohon doanya, semoga kelak dapat memimpin laga nasional hingga nternasional,” tutup Shofi. Saat mengikuti pelatihan, beberapa yang melihat pun guyon sambil nyeltuk. Ternasuk netizen. ''Cantik-cantik kok jadi wasit sepak bola...,'' seloroh mereka.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore